Berita Kota Makassar | Kisah Sepasang Kekasih Rampas Gawai dan Jual di Medsos

Posted on

MAKASSAR, BKM — Di sebuah ruang penyidik Mapolsek Panakkukang. Terdengar suara tangis seorang perempuan. Ada pula pria tengah meringis kesakitan di ruang sel tahanan. Sesekali ia berdiri tertatih sambil menyebut nama pacarnya.
Belakangan diketahui jika perempuan yang tengah menangis itu adalah Dina Audina alias Dina (25). Warga Jalan Sinassara, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo. Sementara pria yang di dalam sel bernama Dirga Saputra alias Digo.
Sepasang kekasih ini terciduk aparat kepolisian lantaran kedua melakukan aksi pencurian disertai kekerasan (curas). Kekompakan mereka tunjukkan dan tak ingin dipisahkan satu sama lain. Sampai-sampai pada proses penangkapan pun, keduanya saling mencari.
Mereka baru terdiam saat pengambilan gambar dilakukan oleh polisi. Dina tampak kaget melihat kaki kekasihnya dalam kondisi terbalut dengan perban. Diapun tak ingin melepaskan genggaman tangannya saay dipertemukan dengan Digo.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengatakan pasangan kekasih ini diamankan karena keterlibatannya dalam kasus curas di tujuh titik. Mereka masing-masing punya peran.
”Keduanya cukup kompak. Prianya yang mengambil gawai korban. Sementara yang perempuan menjual bawang hasil curian pacarnya melalui media sosial (medsos). Ini berdasarkan pengakuan keduanya,” jelas Kompol Ananda F Harahap, kemarin.
Perwira satu melati di pundaknya ini, menuturkan pengungkapan kasus bermula ketika keduanya hendak bertransaksi barang hasil curian. Mereka memanfaatkan medsos untuk melakukan penjualan.
Informasi itu diperoleh anggota Resmob Polsek Panakukkang saat melakukan patroli wilayah di Jalan Urip Sumoharjo. Tim dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Roberth Hariyanto Siga.
Saat itu pelaku tengah berada di Jalan Urip Sumoharjo, tak jauh dari pos lalulintas PLTU Tello. Salah seorang personel resmob lalu melakukan penyamaran, dengan berpura-pura hendak membeli barang yang ditawarkan pelaku.
”Jadi ada seorang anggota resmob yang berpura-pura menyamar sebagai pembeli. Mereka kemudian janjian untuk bertemu,” ungkap Kapolsek lagi.
Namun, pelaku yang berada tak jauh dari pos lalulintas PLTU Tello, menaruh curiga begitu melihat seorang anggota resmob yang menyamar. Digo pun buru-buru mengajak kekasihnya untuk naik ke atas motor lalu tancap gas.
Aksi kejar-kejaran pun berlangsung dramatis. Tembakan peringatan ke udara dilesakkan polisi. Mendengar bunyi letusan senjata api, warga langsung berhamburan keluar. Jalanan pun macet. Pelaku yang mengendarai motor terjebak dalam kemacetan dan tidak bisa lagi melarikan diri. Hingga akhirnya keduanya berhasil diamankan pukul 23.00 Wita, Sabtu (23/6).
Dari hasil penggeledahan terhadap pasangan kekasih ini, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit gawai merek Oppo F5 plus warna merah. Satu unit gawai android merek Lenovo warna putih. Satu unit motor Mio Soul warna merah DD 3097 VP yang digunakan keduanya. Bersama barang bukti, kedua pelaku digelandang ke Panakkukang guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan.
Setibanya di Mapolsek Panakkukang, dilakukan koordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu H Ramli JR. Dari catatan kepolisian, terungkap jika pelaku kerap melancarkan aksinya di wilayah hukum Polsek Tallo.
Pada Minggu dini hari (24/6) pukul 02.00 Wita, Digo digiring untuk pengembangan kasus. Dia diminta menunjukkan barang bukti lain yang disembunyikannya.
Tapi Digo berulah. Ia nekat mencoba melarikan diri usai menendang salah seorang personel resmob. Upaya persuasif dilakukan polisi dengan memberikan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Namun tak berbuah hasil.
Tindakan tegas pun diambil. Sebutir timah panas dilepaskan. Sebutir peluru bersarang di betis bagian kiri pelaku. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan medis. (ish/rus)

Baca Juga :  Gubernur Sulsel berencana rapat koordinasi di kapal

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar