Berita Kota Makassar | KPU Belum Eksekusi Putusan MA

Posted on

MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar belum bisa merespon putusan kasasi yang dikeluarkan Mahkamah Agung Senin (23/4) kemarin, dikarenakan belum diterimanya surat fisik dari putusan.
Menurut komisioner KPU Makassar divisi tekhnis, Abdullah Mansyur, pihaknya belum bisa mengambil keputusan soal putusan tersebut. “Jadi tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan oleh KPU Makassar, langkah selanjutnya adalah kami akan konsultasi ke KPU Provinsi Sulsel dan KPU RI,” kata Abdullah saat dikonfirmasi di kantornya, Jalan Perumnas Antang Raya, Rabu (25/4).
Menurut Abdullah, pihaknya masih menunggu arahan dari KPU Sulsel dan KPU RI bagaimana langkah selanjutnya. Dijelaskan bahwa KPU Makassar akan melaksanakan putusan MA, tetapi terlebih dahulu melakukan konsultasi. “Sampai saat ini, kami belum menerima putusan secara resmi dari Mahkamah Agung, karena dasar itulah nantinya yang menjadi rujukan kami,” ujar dia.
Hal serupa diungkapkan Rahma Sayed, Komisioner KPU divisi data mengatakan sampai sejauh ini, belum juga menerima salinan keputusan. “Kami di KPU belum menerima salinan resmi dari MA,” ungkap Rahmah Sayyed.
Meski MA telah merilis hasil tersebut pada situs resminya, namun menurut Rahmah, KPU berharap SK putusan resminya dapat diserahkan secara kelembagaan dari MA. “Karena ini persoalan kelembagaan. Kita berharap MA lebih profesional dalam hal ini. Supaya kita bisa lebih pelajari lebih lanjut, seperti apa amat putusannya, baru kita bisa tindak lanjuti,” tutur Rahmah. Selain itu, KPU Makassar juga berencana akan melakukan konsultasi dengan KPU Sulsel dan KPU RI perihal putusan MA. “Jadi tunggu saja,” tutupnya.
Untuk diketahui, MA telah mengeluarkan putusan kasasi yang diajukan KPU Makassar. Hasilnya, MA menguatkan putusan PT TUN Makassar, meminta KPU Makassar mendiskualifikasi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari, selanjutnya, KPU Makassar diperintahkan membuat keputusan baru, menetapkan pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi sebagai calon yang memenuhi syarat.
Sementara itu, gugurnya pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti untuk ikut kontestasi Pilwlai Makassar sudah menjadi ketentuan Undang-undang.
Hal itu berdasarkan putusan MA setelah menolak kasasi KPU Makassar.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak, Arum Spink Sumbang Buku ke Sekolah Alam

Penegasan ini dikemukakan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Ratna Dewi Pettalolo. Menurut Ratna, tidak ada lagi upayakan hukum lain untuk melanjutkan pencalonan paket DIAmi ikut bertarung di Pilwali.
Penolakan MA terhadap kasasi KPU Kota Makassar disebut Ratna sudah final dan mengikat.

“Artinya, jalan satu-satunya yang harus dilakukan penyelenggara dalam hal ini KPU Kota Makassar menurut Ratna adalah mengeksekusi putusan MA.

Termasuk mengeluarkan surat penetapan untuk mendiskualifikasi pasangan DIAmi melanjutkan percalonannya di Pilwali Makassar 27 Juni mendatang,”jelasnya.

Adapun putusan Panwaslu Makassar sendiri, lanjut komisioner Bawaslu RI diakui gugur dengan sendirinya setelah adanya putusan final yang diterbitkan MA. “Termasuk putusan Panwaslu Makassar gugur, karena sudah ada upaya hukum terakhir di MA kaitan sengketa,” tegasnya.

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Mahasiswa dan Petani Bandar 5 Kg Sabu

Untuk itu, tidak ada jalan lain bagi KPU Kota Makassar kecuali menjalankan dan mematuhi putusan MA.

Sebelumnya, MA telah memutuskan menolak kasasi KPU Kota Makassar.

“Iya, keputusannya (kasasi) ditolak,”  kata Juru Bicara MA, Suhadi.

Suhadi menjelaskan, putusan MA itu dibacakan oleh tiga hakim Agung dengan nomor perkara 250K/TUN/Pilkada/2018.

“Infonya sudah ada dari Panitera Muda Manejemen Perkara, bahwa sudah putus,”tandasnya.

Dengan demikian, putusan ini mengukuhkan putusan PT TUN sebelumnya.

Dalam putusan sebelumnya, PT TUN mengabulkan gugatan pasangan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang menyatakan pembatalan keputusan KPU terkait penetapan pasangan DIAmi, dan memerintahkan tergugat mencabut keputusan, penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Serta meminta tergugat menerbitkan keputusan pembaruan yang hanya menetapkan Appi-Cicu sebagai pasangan Calon tunggal dan terakhir membebani biaya perkara kepada tergugat sebesar Rp500 ribu. (ju-ita)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar