Berita Kota Makassar | Limbah B3 RSUW UIT Dibuang Sembarangan

Posted on

MAKASSAR, BKM — Rumah Sakit Umum Wisata (RSUW) Universitas Indonesia Timur (UIT) dirundung masalah. Anggota DPRD Kota Makassar geram dengan sikap manajemen yang tidak mengindahkan panggilan mereka. Ancaman pencabutan izin pun terlontar.
Wakil rakyat memberi tenggat waktu satu panggilan lagi ke pihak apotek dan manajemen RS. Jika tak datang, tindakan tegas akan diambil.
Sikap legislator tersebut bukan tanpa alasan. Mereka menemukan pembuangan limbah rumah sakit yang tidak sesuai aturan. Limbah B3 dari rumah sakit dibuang secara sembarangan.
Sebagai tindak lanjut, Rabu (23/5) digendakan pemanggilan ke pihak yayasan UIT. Namun tidak ada respon sama sekali.
“Ini peringatan terakhir untuk UIT. Jika pada pemanggilan berikutnya tidak datang, kita akan mengeluarkan ultimatum untuk cabut seluruh izin rumah sakitnya. Ini juga berlaku bagi Dinas LHD (Lingkungan Hidup Daerah) untuk memperkarakan limbahnya. Termasuk memberi sanksi tegas,” ungkap anggota DPRD Makassar Susuman Halim di ruang Banggar.
Selain itu, tambah legislator Fraksi Demokrat ini, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang disediakan oleh pihak RS hanya berukuran 6 x 4 meter. Tempat tersebut tidak mampu menampung berbagai sampah medis. Termasuk limbah B3. Akibatnya, berbagai sampah yang tak tertampung dibiarkan begitu saja menumpuk di area sekitar TPS.
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang tak jauh dari TPS B3 tampak tidak beroperasi. Karenanya, limbah cair tersebut dibuang melalui selokan yang mengarah ke pemukiman warga.
“Kenapa manajemen RS UIT membiarkan sampah jenis B3 begitu saja. Begitupun dengan pengelolaan IPAL yang tidak terurus. Warga resah dengan bau limbah tersebut. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Sugali, sapaan karib Susuman Halim.
Kepala Bidang Amdal DLHD Kota Makassar Muh Kilat, mengungkap bahwa saat ini status RSUW UIT dalam status pengawasan dan perencanaan untuk pengelolaan limbah terburuk. Bersama dengan RS ini, ada sekitar 40 perusahaan hotel dan rumah sakit yang masuk dalam daftar hitam BLHD.
“Tadi setelah saya lihat, sebenarnya dalam kegiatan kami, UIT ini masuk perencanaan yang sedang kami awasi. Dalam setahun kami menarget 40 perusahan hotel dan rumah sakit dalam masalah yang urgent yang nantinya kami akan data kembali. Sebenarnya hal ini bukan hanya terjadi di UIT, tapi juga di rumah sakit pemerintah. Tapi sudah kami selesaikan,” terangnya.
Disebutkan Muh Kilat, dalam sebulan jumlah limbah RS UIT mencapai angka 2 ton limbah. Namun pengangkutannya hanya dilakukan sekali dalam sebulan.
“TYang diangkut hanya 440 kilogram sebulan. Ini menurut informasi dari transporter. Idealnya, seperti RS Stella Maris itu, limbahnya juga mencapai 2 ton. Dalam sebulan, diangkut seminggu dua kali. Itu bisa teratasi. Terus kita telusuri yang terjadi di UIT. Ternyata menurut transpoter, pengangkutan dilakukan sesuai permintaan pengelola UIT. Mereka tidak mempunyai dana untuk mengangkut dua kali seminggu,” bebernya.
Karenanya, BLHD akan melakukan pengecekan kembali limbah RS UIT hari ini, Kamis (24/5). Jika dalam sebulan tidak ada perubahan di lapangan, maka BLHD Makassar akan limpahkan ke kepolisian.
”Karena pembuangan limbahnya bisa menyebabkan penyakit dan pencemaran. Kalau tidak ada tindakan di lapangan hingga beberapa kali pemanggilan, bisa saja kita laporkan ke kepolisian,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, manajemen RSUW UIT Hj Masyita mengakui kesalahan pihaknya yang membiarkan sampah B3 dan IPAL tidak terurus dengan baik.
”Kami akan segera memperbaikinya. Besok (hari ini) akan rapat dengan DPRD Makassar,” ujarnya, kemarin. (ita/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar