Berita Kota Makassar | Menhub Siapkan Sanksi Pidana

Posted on

TRAGEDI karamnya KM Lestari Maju mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi datang langsung ke lokasi kejadian, Rabu (4/7). Ia menyaksikan langsung proses evakuasi serta perkembangan penanganan para korban.
“Saya selaku pemerintah menyampaikan duka yang mendalam terhadap korban KM Lestari Maju dan keluarganya,” kata Budi Karya Sumadi dalam keterangan persnya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (4/7).
Ia menegaskan bahwa presiden telah mengamanatkan kepada dirinya untuk memastikan data keselamatan penumpang itu bisa didapatkan.
“Hari Jumat (besok) saya akan kumpulkan semua kadishub dari seluruh Indonesia. Agar pesan-pesan dalam undang-undang bisa dilaksanakan secara baik,” tandasnya.
Diakui, sejauh ini aturan yang ada belum berjalan secara maksimal. Karena itu, sesuai amanat presidan, ia akan menyampaikan kepada seluruh kadishub untuk betul-betul menerapkan pasal-pasal yang ada dalam undang-undang.
“Sudah beberapa kali kami sampaikan agar lebih mengutamakan keselamatan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana,” tandasnya.
Budi mengungkap, pihaknya akan segera melakukan penyidikan ulang terhadap pejabat Syahbandar. Bahkan akan ada penyegaran berkaitan untuk penerapan aturan.
Dalam kasus ini, menurut Menhub, ada kesalahan pihak syahbandar serta petugas lainnya. Karenanya, seluruh petugas mesti menanggung konsekwensinya. Khususnya yang terkait jumlah penumpang tak tak sesuai manifes.
“Ketua KNKT saya suruh tinggal di Selayar untuk mengklarifikasi semua surat surat dan keadaan kapal. Jika ternyata kapal itu tidak layak untuk memuat penumpang, kita akan berikan sanksi tegas terhadap petugas operator. Tentu pula sanksi pidana, karena tidak mematuhi undang-undang,” tegas Budi Karya Sumadi.
Jika dari penelusuran nantinya operator terbukti melanggar izin operasional, maka akan dilakukan pencabutan.
“Untuk para korban, saya telah meminta kepada Jasa Raharja untuk menyerahkan secepatnya uang santunan asuransi kepada korban,” sebutnya. Untuk korban meninggal dunia menerima asuransi sebesar Rp50 juta. (mat/rus)

Baca Juga :  DPRD Sulbar perjuangkan hak dana PI Majene

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar