Berita Kota Makassar | NH-Aziz Paling Berpeluang Menangi Pilgub Sulsel

Posted on

MAKASSAR, BKM — Lembaga riset nasional Index Indonesia melansir hasil survei terbarunya terkait elektabilitas empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel di Hotel Clarion Makassar, Jalan AP Petta Rani, Kamis sore (7/6).
Kandidat nomor urut satu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar paling berpeluang menang dengan elektabilitas mencapai 30,1 persen. Dengan sisa waktu kurang lebih sebulan, tingkat keterpilihan NH-Aziz sulit terkejar dari tiga kandidat lain.
Survei yang diselenggarakan Index Indonesia pada 1-15 Mei 2018 menunjukkan NH-Aziz bahkan unggul 6,7 persen dibandingkan saingan terdekatnya, Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman atau Prof Andalan dengan raihan 23,4 persen. Disusul Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 18,9 persen, dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo 5,1 persen. Selebihnya, 22,5 persen responden menjawab rahasia/tidak tahu.
“Hasil survei terbaru, dari empat pasangan calon ya NH-Aziz paing berpeluang memenangkan pilgub Sulsel 2018 pada 27 Juni. Kesimpulan ini bersumber dari data survei yang dilakukan antara 1-15 Mei 2018, atau kurang lebih sebulan sebelum tahapan pemilihan. NH-Aziz mendapatkan dukungan tertinggi dengan menggenggam nilai elektabilitas 30,1 persen yang secara signifikan mengungguli pesaingnya,” jelas Direktur Eksekutif INDex Indonesia A Agung Prihatna.
Keunggulan NH-Aziz pada hasil survei sebulan sebelum tahapan pencoblosan diprediksi akan terus bertahan. Terlebih, survei Index Indonesia menggunakan sampel besar sehingga tingkat akurasinya terjamin.
Selama 15 hari melakukan riset, Agung dkk mengumpulkan data dari 11.200 responden di 24 kabupaten/kota. Margin error hasil survei ini hanya plus minus 1 persen, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Agung mengaku yakin hasil survei terbarunya dapat menjadi gambaran pada hari pemilihan. Kalau pun ada perubahan angka, sambung dia, tidak akan signifikan dan mengubah konstelasi dukungan, dimana NH-Aziz unggul, disusul Prof Andalan, IYL-Cakka dan Agus-TBL.
Apalagi, sisa waktu sangat mepet, yakni kurang lebih sebulan. Di sisi lain, selisih elektabilitas antar-kandidat cukup signifikan dengan margin error yang sangat kecil.
Survei Indeks Indonesia memang berbeda dengan hasil survei lembaga riset lain yang rata-rata memasang error sampai 3 persen. Dengan data itu, bisa dikatakan elektabilitas NH-Aziz sudah tidak terkejar.
“Selisih elektabilitas antara pasangan calon memiliki perbedaan cukup signifikan. Sementara margin error hanya plus minus 1 persen. Artinya, elektabilitas antarkandidat sudah tidak saling bersinggungan. Misalnya antara NH-Aziz dengan NA-ASS (Prof Andalan) terpaut 6,7 persen,” jelas Agung.
Analisa tidak berubahnya konstelasi dukungan juga tidak lepas pada tren peningkatan empat kandidat semuanya positif. Alhasil, tidak akan ada perubahan signifikan dalam kurun waktu sebulan.
Tren positif elektabilitas empat kandidat bisa dilihat pada hasil survei terdahulu pada periode Februari 2018. Kala itu, NH-Aziz menghimpun 24,9 persen, Prof Andalan 19,2 persen, IYL-Cakka 12,1 persen dan Agus-TBL 3,2 persen. Adapun yang menjawab rahasia/belum tahu mencapai 40,6 persen.

Faktor Pendukung

Secara umum, Agung melanjutkan, elektabilitas keempat kandidat bergerak positif didorong oleh beberapa faktor dominan. NH-Aziz diakuinya yang mempunyai paling banyak variabel pendorong. Terdapat empat faktor pendukung yang membuat tingkat keterpilihan pasangan dengan tagline Sulsel Baru sangat tinggi, terpaut jauh dengan tiga kandidat lain.
Pertama, NH-Aziz di mata publik dipandang sebagai orang yang baik, ramah dan sopan. Citra itu tercermin dari komitmen politik santun dan memberikan pencerahan demokrasi. Termasuk menciptakan pilkada aman, damai, bersih dan bermartabat. Kedua, pasangan ini unggul dalam hal program yang sangat diterima masyarakat karena sesuai kebutuhan.
Ketiga, NH-Aziz berhasil menarik dukungan besar dari kantong-kantong pemenangan dengan melakukan pendekatan kedaerahan. Keempat, pasangan ini menuai dukungan massif berkat citra keagamaan, di mana kehadiran Aziz yang berlatar belakang tokoh agama menjadi magnet tersendiri bagi pemilih di Sulsel.
“Berdasarkan analisis regresi pada survei, NH-Aziz cenderung dipilih karena didukung empat faktor dominan. Itu meliputi citra sebagai orang baik, ramah dan sopan. Menawarkan program yang dibutuhkan masyarakat. Berasal dari daerah yang sama dan citra keagamaannya. Dukungan itu datang dari pemilih yang berdasarkan rasionalitas maupun yang berdasarkan ikatan emosional sosiologis,” paparnya.
Terlepas dari itu, massifnya dukungan NH-Aziz juga tidak lepas lantaran ditopang infrastruktur politik yang sangat tangguh. Mesin pemenangan pasangan ini sangat besar dan solid. Tercatat puluhan kepala daerah dan wakil kepala daerah, ditambah pimpinan DPRD yang berada di barisan pemenangan NH-Aziz. Belum lagi ada ratusan legislator dan sekitar 100-an kelompok relawan.
Ketua Departemen Ilmu Politik Unhas Andi Ali Armunanto, memuji pengumpulan data yang melibatkan sampel ekstra besar. Keuntungannya, dengan sampel yang besar, maka margin of error dipastikan rendah. Validitasnya juga lebih tinggi, atau bisa disebut tepat sasaran.
Menurut Ali, para kandidat pilgub Sulsel rata-rata mengandalkan faktor ganda dalam menggalang dukungan masyarakat. Mereka misalnya, didukung oleh faktor rasional dan emosional atau sosiologis. Dalam ilmu politik, semakin banyak faktor pendukung akan membuat pertahanan semakin kuat.
“Jadi saat mereka dihantam isu, tidak akan mempan. Beda jika kandidat hanya didukung faktor rasional. Ketika diserang dengan isu emosional, elektabilitasnya bisa melorot,” kata Ali.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus Muhammad mengatakan, dua puluh hari ke depan jelang pencoblosan menjadi titik rawan bagi para kandidat. Hasil survei ini bisa menjadi rujukan bagi masing-masing untuk menentukan strategi pemenangan.
“Sekarang, bagaimana menjangkau atau mengejar 22 persen lahan rebutan berupa swing voters,” ujar Firdaus.
Menurut Firdaus, keberhasilan menggiring opini swing voters akan menentukan hasil akhir perolehan suara di Pilgub. Di sisa waktu, para kandidat dituntut menunjukkan kekuatannya menggalang dukungan.
“Berdasarkan elektabilitas yang dirilis hari ini, semua kandidat masih berpeluang menang,” dia menambahkan.

Jubir Agus-TBL Cuek

Wakil Ketua Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai, menilai jika survei tersebut membuktikan kalau program NH-Aziz paling diterima masyarakat. “Hasil survei Indeks membuktikan program NH-Aziz dikehendaki rakyat. Kalau melihat hasil ini, maka pilgub Sulsel sudah selesai. NH-Aziz Gubernur Sulsel baru,” ujar Risman yang pernah tercatat sebagai juru bicara NH-Aziz.
Hal berbeda dikemukakan juru bicara pasangan Agus-TBL Andry S Arief Bulu. Menurut Andry, survei saat sekarang ini sudah aneh bin ajaib. Hasilnya benar-benar di luar dugaan.
“Survei bisa berbeda di hari yang sama, ya sudahlah. Biarkan mereka beropini sendiri, rakyat sudah sangat cerdas memilih. Sekali lagi Agus-Tanribali cuek aja dengan survei-survei begituan. Kami punya hitungan sendiri,” ucap mantan wakil ketua DPRD Sulsel ini.
Adapun Henny Handayani, juru bicara pasangan IYL-Cakka mengaku tidak ingin berkomentar. Sebab lembaga tersebut baru didengarnya. “Tabe, saya baru tahu ada lembaga survei namanya ini, hehehe,” tulis Henny lewat pesan WhastApp.
Pengamat politik dari Unibos 45 Dr Arief Wicaksono, menilai hasil survei tersebut memperlihatkan adanya gambaran bahwa di kubu NH-Aziz dan IYL-Cakka, terjadi saling klaim elektabilitas tertinggi. “Hal itu bisa kita lihat dari rilis JSI, CPI, CSIS dan terakhir survei Index Indonesia. Belum lagi lembaga survei yang juga mengunggulkan NA-ASS. Tapi menurut saya masih dalam koridor wajar, karena di masa-masa sekarang ini, survei untuk mengukur elektabilitas paslon sudah bukan lagi dalam hitungan bulan, tapi sudah masuk hitungan minggu. Biasanya berakhir di minggu terakhir sebelum 27 Juni,” jelas Arief.
Akan tetapi, yang paling penting dalam hal itu adalah adanya statemen dari semua lembaga survei yang bersangkutan, bahwa survei itu telah dilakukan dengan metodologi yang benar, sehingga masyarakat tinggal mengkristalkan keyakinan atas dukungannya. (nug/rus/b)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar