Berita Kota Makassar | NH, IYL dan Agus Tetap Tunggu Hasil KPU

Posted on

USAI mengetahui hasil hitung cepat yang menyatakan dirinya sebagai pemenang pilgub, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pidato di Rumah Perjuangan Jalan H Bau. Ia berjanji akan mengajak seluruh pasangan calon gubernur untuk bersama-sama membangun Sulsel.
Tak lupa mengingatkan kepada seluruh pendukungnya dan simpatisannya agar tidak eforia dengan kemenangan. Juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan politik beretika dan santun.
”Mari kedepankan politik beretika dan santun. Jika ingin merayakan kemenangan jangan berlebihan yang bisa merusak ketertiban dan keamanan,” ujar NA, juga meminta kepada pendukungnya untuk pulang sujud syukur.
Pasangan cagub-cawagub nomor urut satu Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) belum menyerah, meski hasil hitung cepat atau quick count dari lima lembaga riset mengunggulkan pasangan nomor urut tiga Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).
NH-Aziz yang diusung koalisi Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PKPI ini masih menunggu hasil hitung nyata alias real count dari tim pemenangannya, maupun hasil rekapitulasi KPU.
“Kita hargai hasil quick count, tapi itu bukan akhir dari perjuangan. Yang paling menentukan adalah real count dan itu masih kita tunggu,” ujar NH kepada wartawan di kediamannya, Rabu (27/6).
Data terakhir, perkembangan hasil real count dari tim NH-Aziz baru mencapai 20 persen. Untuk sementara pihaknya unggul telak dibandingkan tiga pesaingnya. Termasuk NA-ASS.
Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu menyampaikan hasil real count dari timnya sudah bisa kelihatan pada pukul 21.00-22.00 Wita. “Ya nanti setelah itu barulah kita bisa mengambil sikap,” tegasnya.
NH juga sempat kaget melihat hasil quick count dari beberapa lembaga riset yang merilis elektabilitasnya terpaut jauh dengan NA-ASS. Padahal, dalam beberapa hasil survei dari lembaga riset kredibel dan independen rentang sebulan sampai sepekan sebelum pemilihan, NH-Aziz selalu unggul.
Olehnya itu, kalau pun ada perubahan signifikan di lapangan, selisih suaranya tidak akan terpaut jauh. “Ya, intinya quick count itu bukanlah final perhitunang suara. Final penghitungan resmi tentunya ada pada keputusan KPU. Tapi ya memang (hasil quick count) mengejutkan saya. Kalau selisih yang dipertontonkan itu besar. Padahal sebulan terakhir survei independen menempatkan kita di urutan pertama,” urai NH.
Sementara itu, calon gubernur Ichsan Yasin Limpo (IYL) mengeluarkan pernyataan menyejukkan terkait hasil quick count Pilgub Sulsel 2018. IYL menyampaikan ajakannya untuk menghargai hasil hitung cepat yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei itu.
“Saya sadar dan tahu betul bagaimana kerja para relawan dan tim. Mari hargai quick count ini. Tapi mari kita tetap tunggu hasil penetapan,” kata Ichsan di Posko Pemenangan Rumah Kita, Rabu (27/6).
Pasangan Andi Mudzakkar ini mengatakan, posisi IYL-Cakka versi quick count, adalah posisi integeritas. “Ini posisi integritas kita semua. Ini membuktikan bahwa di Sulsel masih banyak yang punya kebutuhan jangka pendek,” tandasnya.
Kepada para tim dan relawan, IYL juga berharap tidak patah semangat. Karena perjuangan sudah luar biasa.
“Kita adalah petarung dan pejuang. Jangan pernah keluarkan air mata. Dan kita tunggu hasil resmi KPU. Siapapun yang terpilih nanti, pikiran dan kalbu kita tetap untuk Sulawesi Selatan,” jelas mantan bupati Gowa dua periode ini.
Dari hasil penghitungan, pasangan NH-Aziz unggul di tempatnya mencoblos, TPS 01 ORW 1 Jalan Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar. Paslon NH-Aziz unggul 96 suara dari 247 suara yang masuk di kotak suara.
Hasil ini berselisih ketat dengan NA-ASS yang berada di urutan kedua, dengan perolehan 82 suara di TPS tersebut. Pasangan Agus-TBL meraih 38 suara, dan IYL-Cakka 27 suara.
Ketua KPPS M Yahya, mengatakan sebenarnya ada 394 pemilih yang tercatat di TPS ini. Namun ada beberapa kesalahan dalam penulisan data, sehingga pemilih angka sebenarnya tidak sampai di jumlah tersebut.
“Ada delapan orang yang sudah meninggal, 19 orang sudah pindah, 10 data tidak ditemukan, dan tujuh data dobel namanya. Sedangkan sisanya lagi tidak memilih,” jelas Yahya.
NH datang ke TPS tepat pukul 09.00 Wita. Disambut dengan prosesi adat Bugis, NH yang didampingi oleh istrinya sempat meneteskan air mata saat proses pencoblosan berlangsung. Hal itu ternyata adalah bentuk kesyukurannya terhadap pilkada yang berlangsung dengan baik.
“Ya, karena saya merasa tahapan pilkada berlangsung dengan baik. Ini juga merupakan bentuk kesyukuran saya sebagai warga negara, maupun sebagai calon,” kata NH dengan mata berkaca-kaca.
Sebelum menuju ke TPS, NH juga melakukan beberapa prosesi terlebih dahulu. Seperti salat subuh, zikir, dan salat sunat dhuha. “Sebelum datang ke TPS, saya hanya melakukan prosesi seperti biasanya. Salat subuh, zikir, terus saya lanjutkan dengan dhuha. Setelah itu barulah ke TPS. Itu saja,” ujarnya.
Setelah pencoblosan, NH langsung menuju ke rumah pemenangannya di Jalan Mapala. Dari sana NH melakukan pemantauan di 24 kabupaten/kota tempat pencoblosan selama prosesi pemilihan.
“Saya telah menyiapkan 85 ribu orang relawan yang merupakan saksi, baik saksi dalam maupun saksi luar. Juga pemantau NH-Aziz supaya proses pemilihan ini bisa berjalan dengan baik,” tambah NH.
Tak lupa ia mengimbau kepada para pendukungnya untuk bekerja sesuai dengan instruksinya. “Tidak boleh menciptakan sesuatu yang bersifat provokatif, yang mengarah terciptanya anarkis. Itu adalah pencerahan demokrasi yang terus saya tekankan kepada tim di seluruh pelosok dan seluruh partai pegusung,” ucap NH.
Ada yang menarik di tempat NH memilih. TPS ini penuh dengan nuansa adat. Semua petugas KPPS terlihat menggunakan pakaian adat baju bodo.
Diiringi gerimis hujan yang turun, pakaian adat serba kuning ini terlihat dipakai oleh semua petugas KPPS. Laki-laki lengkap dengan songkok adatnya. Sementara yang perempuan menggunakan jilbab berwarna kuning.
Ketua TPS M Yahya mengatakan jika penggunaan pakaian seperti ini memang rutin dilakukan selama pilkada berlangsung. Tujuannya adalah supaya lebih memperlihatkan budaya yang ada di Tidung Mariolo.
“Pakaian seperti ini memang setiap pilkada kita gunakan. Bukan karena ada Pak NH saja. Kita ingin lebih memperlihatkan budaya, makanya pakai baju adat,” kata Yahya.
Calon wagub Sulsel Aziz Qahhar Mudzakkar memilih di TPS 23 depan Pondok Pesantren Hidayatullah, Kecamatan Tamalanrea, Makassar. Aziz datang bersama istri dan anaknya pada pukul 09.45 Wita. Mengenakan pakaian putih selaras dengan sang istri yang dipadupadankan dengan jilbab kuning. Suasana TPS 23 sangat kental dengan baju adat Bugis-Makassar.
“Saya datang membawa istri dan anak yang bisa memilih. Kalau soal optimis, hari ini tentu Insyaallah berdasarkan dua suara survei indenpenden internal kami, kurang lebih sama dan sangat menyakinkan bahwa kami masih unggul. Tapi selebihnya biar Allah yang mengaturnya. ujarnya usai mencoblos.
Dari hasil perhitugan yang dilakukan, pasangan Aziz-NH meraih 201 suara. Disusul NA-ASS 21 suara dan Agus-TBL 10 suara. Sementara IYL-Cakka tak mendapatkan suara.
Sementara untuk pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi, meraih suara 187 suara, dan 37 suara untuk kolom kosong.
Calon gubernur Agus Arifin Nu’mang mencoblos di TPS 06 Kompleks Perumahan Mawar, Kelurahan Masalle, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Di tempat ini, NA-ASS unggul dengan perolehan suara 123. Sementara NH-Aziz mengantongi 15 suara. Agus-TBL mengantongi 52 suara, dan IYL-Cakka 20 suara.
Ketua Panitia Pemilihan Suara (KPPS) TPS 060 Mawar Abdul Kadir Marsali, menyebut jumlah pemilih yang datang di tempat ini sebanyak 212, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 682. Artinya, ada sebanyak 468 masyarakat yang tidak datang menyalurkan hak pilihnya.
Menurutnya, jumlah DPT di sini sebanyak 682. Namun yang didistribusikan hanya sekitar 500. Karena selebihnya ada yang salah alamat dan ada yang sudah meninggal.
Agus melakukan pencoblosan di TPS 6 Mawar bersama delapan anggota keluarga lainnya. Termasuk sang istri Majda Muhidin Agus. Sebelum mencoblos, mantan wakil gubernur itu melakukan sejumlah aktifitas.
“Tadi bangun pagi, mandi, salat subuh di Masjid Raya. Kembali tadi nonton TV. Buka WA laporan yang ke daerah. Salat sunat dhuha dulu baru ke TP,” kata Agus.
Dia optimis bisa unggul dengan berbagai alasan. Salah satunya, memanfaatkan suara 30 persen dari masyarakat Sulsel yang tidak terpengaruh dengan praktek money politics.
“Hitungan saya itu 30 persen masyarakat Sulsel tidak terpengaruh money politics. 30 persen itu kalau dihitung sekitar 1,8 juta dari seluruh wajib pilih. Jadi kalau 70 persen itu bermain di segmen itu dan terbagi rata, Insyaallah saya akan memenangkan,” ujar Agus.
Dia mengajak masyarakat, khususnya pendukungnya agar berpikir positif.
“Mari kita selalu berfikiran positif. Saya selalu berfikir positif. Saya ingatkan tim saya bahwa kita selalu berjalan sesuai aturan saja. Karena kita mau pilkada di Sulsel walaupun selalu dikatakan zona merah,” tandasnya.
Pasangan Agus-TBL melalui juru bicaranya Andry Arief Bulu, juga masih menunggu hasil resmi real count. ”Hasil quick count sudah kita lihat. NA-ASS berada di pole position gubernur Sulsel 2018-2023. Selamat atas kerja-kerja timsesnya. Luar biasa. Kami menunggu real count untuk secera resmi mengucapkan selamat. Semoga hasil inipun, siapapun yang ditetapkan, bisa membawa kebaikan bagi Sulawesi Selatan,” tulisan Andy melalui pesan WA. (nug-rhm-ita/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar