Berita Kota Makassar | NH-NA Tinggalkan Kampanye Demi Melayat Andi Maddusila

Posted on

GOWA, BKM — Ribuan warga dari berbagai pelosok Gowa hadir melayat jenazah Andi Maddusila Patta Manynyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II Raja Gowa ke-37. Almarhum yang mengembuskan napas terakhirnya di RS Bahagia, Makassar, disemayamkan di museum Istana Balla Lompoa sehari semalam. Sebelumnya, sempat dibawa ke rumah duka di perumahan Villa Megasari Jalan Jipang Raya, Makassar.
Saat persemayaman berlangsung, area museum dipadati seluruh keluarga besar Andi Maddusila, dan Raja Gowa ke-36 Andi Idjo Karaeng Lalolang. Hadir pula Raja Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Datu Luwu Andi Maradang Mackulau dan para dewan hadat Batesalapang kubu Raja Gowa Andi Maddusila.
Datang pula melayat Pj Gubernur Sulsel Sumarsono didampingi sejumlah pejabat Pemprov Sulsel. Pangdam XIV Sultan Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti. Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Chairman Fajar Group HM Alwi Hamu. Hingga pasangan calon di pilgub Nurdin Halid-Azis Qahhar, serta Nurdin Abdullah.
Tampak pula anggota DPRD Sulsel Darmawangsyah. Para purnabakti Pemkab Gowa, seperti Zainuddin Kaiyum, Hasan Hasyim, Andi Rimba Alam Pangerang, Jamaluddin Maknun dan Wahyu Permana Kaharuddin yang pernah menjadi pasangan Andi Maddusila saat pilkada Gowa 2015 lalu.
Para pelayat terus mengalir memadati museum Istana Balla Lompoa di mana jasad Andi Maddusila disemayamkan, Senin (11/6). Persiapan pemakaman dimulai sejak pukul 11.30 Wita. Jenazah Andi Maddusila diantar menuju Masjid Tua Katangka untuk disalati, dan dimakamkan di samping masjid tersebut.
Histeris dan isak tangis sanak keluarga keturunan Raja Gowa ini menggema di kawasan museum Balla Lompoa. Para pelayat menyuarakan takbir dan asma Allah mengiringi pemberangkatan jenazah ke peristrahatan terakhirnya.
Tampak adik kandung Andi Maddusila, yakni Andi Kumala Andi Ijdo menyertai pemberangkatan jenazah dari pelataran museum Istana Balla Lompoa menuju Masjid Tua Katangka.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Andi Maddusila. “Innalillahi wainna ilaihirojiun. Saya turut berduka yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadah beliau diterima dan segala dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT,” kata Adnan.
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga. “Saya turut berdukacita atas berpulangnya Raja Gowa YM Andi Maddusila. Beliau begitu kharismatik. Bahkan saya pernah mendapatkan pesan beliau ketika saya melakukan silaturahmi ke kediamannya pada 31 Mei lalu. Beliau berpesan agar jajaran Kepolisian menjaga keamanan dan kekondusifan daerah Gowa,” kata Shinto.
Saat melayat, dua calon gubernur Nurdin Halid dan Nurdin Abdullah tampak duduk berdampingan. Selepas memanjatkan doa dan menemui keluarga almarhum, NH yang juga Ketua DPP Golkar Bidang Pratama langsung membaur dengan masyarakat. NH secara khusus menyambangi Bupati Bantaeng non-aktif tersebut yang duduk bersama rombongannya.
NH dan NA tampak begitu akrab. Mereka saling bersalaman sembari menanyakan kabar. Selepas itu, kedua calon gubernur tersebut menyempatkan duduk bersama sambil berdiskusi lepas. Pemandangan keakraban NH dan NA spontan menjadi perhatian masyatakat yang hadir. Mereka ramai-ramai mendatangi dua calon gubernur tersebut.
Banyak masyarakat yang meminta berfoto bersama dengan NH dan NA. Dengan ramah, keduanya pun memenuhi permintaan masyarakat. NH mengambil pose salam satu jari dan NA mengambil gaya salam tiga jari.
Setelah menghabiskan waktu beberapa saat dengan NA, NH lantas berpamitan karena harus melanjutkan safari politiknya di luar Makassar. Sebelum pulang pun, NH lagi-lagi menyalami setiap masyarakat yang ditemui di sekitar Balla Lompoa.
NH meluangkan waktu melayat jenazah Maddusila di tengah padatnya agenda safari politik. Secara khusus, ia menggunakan helikopter untuk kembali ke Makassar sebelum menghadiri acara penghormatan terakhir bagi Maddusila. NH didampingi Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad dan Pelaksana Tugas Ketua Golkar Gowa Hoist Bachtiar, serta Sekretaris Golkar Gowa Asrullah.
Kedatangan Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik itu disambut hangat seluruh pihak. Termasuk perangkat Kerajaan Gowa yang turun langsung menyambut NH. Di antaranya Andi Baso Mahmud Karaeng To Mailalang Lolo dan Patta Ago.
NA juga meninggalkan lokasi kampanyenya di Palopo untuk melayat di Gowa. NA yang juga Raja Bantaeng terikat dalam hubungan kekerabatan yang diikat dalam satu organisasi dengan Andi Madusila, Ikatakan Cendikiawan Keraton Nusantara (ICKN). 
Hubungan kekerabatan antara NA dan Andi Maddusila telah berlangsung lama. Karenanya, Prof Nurdin sangat kehilangan sosok raja kharismatik Gowa tersebut. NA tidak mampu menahan air mata ketika berdoa di depan jenazah Raja Gowa. (sar-rif/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Pencuri Besi Pondasi Masjid Tumbang Didor

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar