Berita Kota Makassar | Panwaslu Kumpul Bukti Dugaan Pelanggaran Istri Camat

Posted on

MAKASSAR, BKM — Sebuah video sosialisasi yang diduga dilakukan oleh Haslinah Said Dg Caya, istri Camat Panakkukang Muh Thahir Rasyid beredar secara viral di media sosial. Di depan puluhan ibu-ibu yang hadir, ia banyak membahas tentang pemilihan wali kota (pilwali).
Ada pula pernyataannya yang diindikasikan menyentil isu bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan) hingga menuai kontroversi. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar turun tangan mengumpukan bukti-bukti dugaan pelanggaran.
Pada video berdurasi 1 menit 37 detik itu, disampaikan kepada ibu-ibu bakal ada pesta demokrasi yang akan berlangsung di kota Makassar. ”Tanggal 27 nanti kita ada pesta demokrasi, yaitu pemilihan wali kota. Perlu dicatat pemilihan wali kota bukan pemilihan kotak kosong. Tapi saya nda kampanye. Saya cuman menyampaikan pemilihan wali kota, bukan kotak kosong,” ujar perempuan yang diduga Haslinah itu.
Selanjutnya, Haslinah memperjelas jika di pilwali Makassar 2018 hanya ada satu pasangan calon (paslon). “Calon kita itu sekarang calon tunggal. Ibu-ibu bisa mengetahui arahnya Makassar kita ke depan, yang bisa membawa kita, khususnya Pampang ke arah yang lebih baik,” sebutnya.
Pada detik ke 36 hingga 43, di sinilah Haslinah menyinggung kepemimpinan Lurah Pampang. Dia berjanji kepada ibu-ibu untuk mengganti lurah jika mencoblos paslon nomor 1. Saat ini Lurah Pampang dijabat Zahra Bonde.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panwaslu Makassar Nursari, mengatakan pihaknya akan mengumpulkan bukti. Bila terbukti ada pelanggaran, pihaknya akan memproses masalah ini
“Kami baru dapat infonya. Sementara kami kumpulkan bukti-bukti yang lain. Tapi kalau ada yang melapor, kami langsung proses,” tandas Nursari.
Camat Panakkukang Muh Thahir Rasyid, membenarkan bahwa video yang viral tersebut adalah sambutan istrinya saat menghadiri acara majelis taklim di Jalan Pampang. Ia telah menyaksikannya.
Menurut Thahir, apa yang disampaikan istrinya itu untuk para anggota majelis taklim yang hadir. Bukan untuk umum. Hanya saja, ada oknum yang ada di dalam rumah merekamnya lalu menyebarkan video tersebut.
“Dia (Haslinah) berbicara di depan majelis taklim. Sebenarnya saya mau dampingi waktu itu. Tetapi kebetulan ada anggota yang kesurupan. Jadi saya memintanya untuk pergi sendiri saja. Dia akui kalau dia beri sambutan di majelis taklim. Tapi saya tidak detail tanyakan apa saja,” kata Rasyid, Jumat (25/5).
Diapun menyerahkan masalah ini ke pihak yang berwenang, jika ada yang merasa dirugikan atau melapor. Sebab istrinya bukanlah seorang ASN. Tetapi hanya aktif di kegiatan-kegiatan majelis taklim.
“Ini kan negara hukum. Jadi diselesaikan secara hukum, dan kita siap. Istri saya bukan camat dan ASN. Saya tidak tahu apakah itu kampanye atau tidak. Ibu sedang sakit di rumah ini,” singkatnya.
BKM berusaha meminta klarifikasi dari Haslinah terkait video sosialisasi pilwali yang viral dan diduga dilakukan oleh dirinya. Hanya saja, berkali-kali dihubungi melalui telepon selularnya, Haslinah tak memberi tanggapan. Begitu pula pesan WA yang dikirim, meski dibaca namun tidak dibalas. (jun/rus)

Baca Juga :  Diunggulkan Lembaga Survei Kredibel, IYL: Waspada Kecurangan

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar