Berita Kota Makassar | Perempuan Harus Punya Strategi Menangkan Pileg

Posted on

MAKASSAR, BKM — Kesempatan dan peluang bagi kaum Hawa untuk berkiprah di kursi legislatif kian terbuka lebar. Partai politik membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka guna diusung sebagai bakal calon legislatif (bacaleg). Persaingan ketat pun bakal terjadi.
Namun, kehadiran para ‘penantang’ baru itu tak membuat kendor semangat pada Srikandi yang selama ini duduk di dewan. Mereka tetap optimistis bisa memenangkan pertarungan.
Seperti disampaikan dua perempuan yang saat ini duduk di kursi DPRD Kota Makassar. Masing-masing Yeni rahman dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lisdayanti Sabri dari Fraksi Partai Gerindra. Serta Melani Mustari dari Fraksi Partai Golkar.
Tak hanya itu, juga ada anggota Fraksi Partai Demokrat Fatmawati Wahyuddin. Fraksi PDIP Vivin Sukmasari. Dan Fraksi Hanura Shinta Masita Moulina. Sedangkan yang bakal pindah ialah Haslinda Wahab dari Fraksi PKS. Ia naik level dari DPRD Kota Makassar ke DPRD Provinsi Sulsel.
“Insyaallah masih jadi caleg. Hanya saja partai ingin saya naik kelas ke DPRD Sulsel. Untuk saat ini saya belum tahu siapa-siapa saya temani perempuan. Jumlahnya ada berapa. 15 kursi diperebutkan 90 caleg,” ungkap Haslinda Wahab, Rabu (18/7).
Ia berharap perempuan dari Fraksi PKS dapat duduk di parlemen Makassar. “Kita mau perempuan bisa duduk. Kita sebagai caleg yang diberi amanah tinggal mempersiapkan diri saja, sehingga peluang itu bisa diraih. Insyaallah saya di dapil Makassar B,” tambahnya.
Sedangkan Yeni Rahman yang diusulkan bertarung di dapil V, tetap optimistis bisa terpilih kembali. Keyakinan itu dengan melihat potensi perempuan PKS.
“Saya masih bertarung di Makassar. Saya masih optimis dan semua orang pasti punya target. Tinggal bagaimana berusaha. Tinggal bagaimana menambah apa yang didapatkan kemarin,” ujarnya.
Sementara anggota Fraksi Golkar Melani Mustari, memilih untuk merendah. Ia belum bisa memberi garansi apakah akan terpilih untuk kedua kalinya.
”Kalau saya sih prinsipnya tetap kerja. Yang namanya pemilihan, segala sesuatunya bisa saja terjadi. Hari ini bisa begini, besoknya bisa berubah. Sebenarnya kalau ditanya ke saya, saya berharap periode lalu bisa bertahan atau meningkat dari periode lalu,” jelasnya saat ditemui di DPRD Makassar.
Dia bersyukur atas kerja-kerjanya selama berkiprah di politik. Termasuk jika banyak perempuan yang ingin bertarung di pileg.
”Karena di Kota Makassar, untuk Golkar di semua dapil cuma saya perempuan. Alangkah baiknya lagi jika ada perempuan Golkar lain yang bisa menemani saya tentunya,” imbuhnya.
Dirinya juga tidak minder dan takut dengan kian banyaknya perempuan yang maju dalam kontestasi pileg. “Malah ini menjadi pertarungan saya dengan perempuan yang dianggap punya power lebih daripada saya,” tandasnya.
Dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, menyebut bahwa caleg perempuan memiliki peluang untuk bisa terpilih. “Tapi butuh penguatan strategi dengan mengoptimalkan ketokohannya, serta strategi kampanye langsung berbaur dengan masyarakat,” ujar Firdaus, kemarin.
Akademisi dari Unibos 45 Dr Arief Wicaksono berpendapat senada. Menurutnya, peluang perempuan tentu sangat besar. Karena hampir semua partai politik menyatakan atau dinyatakan lolos kuota keterwakilan perempuan 30 persen. “Apalagi jika caleg itu incumbent,” ujar Arief.
Politisi perempuan yang akan bertarung pada pileg April 2019 mendatang, sedikitnya ada 30 persen dari yang diajukan 16 parpol di Makassar.
Untuk Golkar di dapil I terdapat nama Apiaty Amin Syam, Andi Tika Wulandari dan Indriana Parenrengi. Sementara untuk dapil II terdapat nama Andi Tenri Muntu Jabir, Heristady Ratnawati, dan Saenab.
Pada dapil III yakni Melani Mustari, Andi Suharmika, Sriyanti, Ayu Yuliana Nurdin dan Harmiati Dahlan. Dapil IV terdapat nama Andi Besse Ferial, Salwa Mochtar, Amilah Arifin dan Viani Octavius. Sementara untuk dapil V tercatat nama Islahwaty Israil, Margaretha Freyosye Pesulima, dan Nurul Hidayat.
Partai Nasdem juga mengandalkan bacaleg perempuan yang disetor ke KPU. Masing-masing Andi Nurhani Nurdin, Novandhy Wardana, Ummu Calsum Kadir, dan Hj Faradillah Farid Husain pada dapil I.
Untuk dapil II, ada nama Melani Simon, Surachmi Indirawati RAP, Bentgurion Litha Brent, Nadia Ananda Elsanti. Dapil III yakni Nelly Pricilya, Jirawanty Syahrifuddin, A Odhika Satriawan, Darma, dan Faridah Manrapi.
Untuk dapil IV, terdapat nama Nurmayana, Hj Andi Wahyuni Amir, Anugrah Pratama Syaifuddin, Elsya Putri Adiyanti. Sementara untuk dapil V yakni Ariella Hana Sinjaya, Tri Rifka Muntaz Chalik Suang dan Dr Hj Ummu Khalsum Sam. (ita-jun/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Dewan Terbelah Sikapi Tim Transisi Prof Andalan

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar