Berita Kota Makassar | Pingsan saat Ceramah Tarawih, Ustaz Berpulang

Posted on

JENEPONTO, BKM — Senin malam (21/5) di Masjid Nurul Iman Kompleks BTN Turatea Permai, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Jamaah salat Isya dan tarawih tengah menyimak ceramah.
Ustaz Suhardi Daeng Lurang berdiri di depan jamaah. Ia begitu bersemangat menyampaikan tauziahnya dari atas mimbar.
Entah mengapa, di tengah-tengah ceramahnya, tiba-tiba saja Ustaz Suhardi tumbang. Ia jatuh tak sadarkan diri.
Oleh jamaah masjid, sang ustaz kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto. Namun takdir berkata lain. Ia mengembuskan nafas terahirnya di tengah perjalanan menuju RS.
”Menurut dokter yang memeriksanya di rumah sakit, Pak Ustaz sudah meninggal sebelum sampai di rumah sakit,” kata Ramli Nakku, Kepala Lingkungan BTN Turatea Permai yang ditemui di RS Lanto Daeng Pasewang, Senin malam (21/5).
Dituturkan Ramli Nakku, saat memberikan ceramah, tak ada tanda-tanda jika Ustaz Suhardi akan pergi untuk selama-selamanya. Kondisinya tampak segar bugar.
”Jenazah almarhum sudah diambil pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka,” ujar Ramli.
BKM datang ke rumah duka di Kampung Talajoko, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Selasa (22/5). Samsir, salah seorang kerabat almarhum mengaku tidak punya firasat apapun akan kepergian Ustaz Suhardi.
”Saat ceramah tarawih di masjid dia tiba-tiba pingsan. Kemudian dibawa ke rumah sakit, dan akhirnya meninggal dunia,” terang Samsir.
Para pelayat ramai berdatangan di rumah duka saat jenazah almarhum disemayamkan. Salah satunya Ketua Panwaslu Kabupaten Jeneponto Syaipul. Almarhum memang tercatat sebagai Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tamalatea.
Almarhum meninggalkan lima orang anak. Dari istri pertama bernama Kamari Dg Sunggu yang telah meninggal dunia, mereka dikaruniai tiga orang anak. Sementara dari istri kedua yang warga BTN Romanga, Kecamatan Binamu, pasangan ini dikaruniai dua orang anak.
Lurah Tamanroya Haryadi mengatakan, semasa hidupnya Suhardi dikenal seorang yang santun dan sabar. Jadwal ceramahnya selalu padat setiap bulan ramadan. Tak hanya di Jeneponto, dia kerap diundang hingga keluar kabupaten.
Sehari-harinya Suhardi juga seorang dosen yang mengajar di Yayasan Pendidikan Nasional (Yapnas) dan Yayasan Pendidikan Turatea Indonesia (Yapti) Jeneponto.
”Selama tinggal di Tamanroya, semasa hidupnya almarhum tidak pernah ada masalah yang saya dengar. Beliau sopan dan pendiam. Tidak pernah cekcok dengan keluarganya,” terang Haryadi.
Kepergian Ustaz Suhardi juga membawa duka bagi Muhammadiyah Jeneponto. Hingga akhir hayatnya, almarhum tercatat sebagai Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jeneponto.Ia juga tercatat sebagai guru di MA Muhammadiyah Tamalatea.
Kabar kematian Suhardi Dg Lurang juga menjadi perbincangan di sosial media Facebook dan grup Whatsapp. Salah satunya di grup WA Muhammadiyah Jeneponto.
“Innalillahi waina ilahi rajiun. Tadi satu shafka salat duhur di masjid Agung, lamaja lagi cerita. Selamat jalan saudaraku,” tulis Sahiruddun, kerabat almarhum.
Almarhum dimakamkan di Kampung Talajoko, Kelurahan Tonrokassi, kemarin. Ratusan kerabat, handai taulan, serta anak didik Suhardi mengantarkanya ke peristirahatan terakhir. (krk/rus/b)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Banjir Rendam Tujuh Kecamatan di Bone

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar