Berita Kota Makassar | Polda Telusuri Pejabat Keciprat Duit Kecamatan

Posted on

MAKASSAR, BKM — Duit hasil pemotongan 30 persen anggaran di kecamatan dalam wilayah Kota Makassar diduga kuat mengalir ke sejumlah oknum pejabat. Karenanya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel terus menelusuri serta menggali informasi dan keterangan terkait hal itu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan penyidik masih terus melakukan penelusuran hingga saat ini. “Anggaran kegiatan di kecamatan tiap tahunnya itu ada potongan 30 persen,” ujar Dicky Sondani, Minggu (24/6).
Uang dari hasil pemotongan tersebut, lanjut Dicky, disetorkan oleh seluruh kecamatan ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) untuk dikelola. “Dana 30 persen itu disetorkan dan dikelola langsung oleh kepala BPKAD,” tambahnya,.
Saat ini, kata dia, penyidik masih meneliti siapa saja yang melakukan dan memberi kewenangan. Karena faktanya sudah sangat jelas bahwa ada pemotongan anggaran kegiatan sosialisasi di kecamatan sebesar 30 persen.
“Anggarannya kan sudah jelas, tapi kok ada pemotongan. Siapa yang bisa melakukan pemotongan ini?” tandas Dicky.
Menurutnya, tentu ada seseorang yang punya kewenangan dan inisitif untuk melakukan pemotongan. “Apakah camat sendiri ataukah ada orang lain. Inilah yang masih kita selidiki,” imbuhnya.
Dicky menambahkan, penyidik akan melakukan penyidikan lebih mendalam lagi guna menelusuri siapa saja yang menikmati aliran dana ini, hingga menimbulkan kerugian negara dengan cara memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi. (mat/rus)

Baca Juga :  Atase Pertahanan Australia puji demokrasi Indonesia

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar