Berita Kota Makassar | PPDB SMA-SMK Membingungkan dan Mengecewakan

Posted on

MAKASSAR, BKM –Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 untuk tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), menuai berbagai sorotan.
Sejak Kamis hingga Jumat (28-29/6), ratusan perwakilan siswa mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, tepatnya di Pusat Pelayanan Pengaduan PPDB. Mereka mempertanyakan mekanisme atau sistem penerimaan siswa yang dinilai membingungkan.
Persoalan yang dihadapi para wali murid itu hampir sama. Terkait perubahan data siswa lulus di sekolah yang terus mengalami perubahan. Padahal seharusnya, saat pengumuman sudah berlangsung, sistem sudah terkunci, tidak bisa lagi berubah-ubah.
Masalah lain yang menjadi keluhan orang tua siswa, yakni tidak efektifnya pelayanan di pusat pengaduan PPDB. Seperti yang dialami Iin Nurfahraini Dewi. Wali dari calom siswa ini mengaku tidak menemukan satu orang pun di pusat pelayanan tersebut.
“Kita diarahkan ke lantai dua, di pusat pengaduan PPDB, tapi tidak ada orang. Makanya kita turun lagi ke lantai satu,” cetus Iin.
Persoalan lain juga dikeluhkan AM, orang tua lainnya yang mendatangi Disdik Sulsel kemarin.
“Anak saya daftar di SMAN 5 Makassar. Itu pilihan pertama. Selain karena sangat dekat dari rumah, juga anak saya awalnya lulus di sini urutan 42,” kata pria usia 56 tahun ini.
Ia mengaku kecewa dengan kebijakan Disdik dan ketidaktransparannya, padahal sudah sitem online. Keakuratan data e-Panrita, website laman PPDB untuk Sulsel bisa berubah-ubah dalam sejam.
“Pilihan pertama lulus. Sejam berselang terpental ke pilihan 3, SMAN 11. Mental anak kami langsung down, karena sudah berharap lulus yang pilihan pertama,” cetusnya.
Ia minta Disdik bisa terbuka soal hal tersebut. Sistem PPDB tahun ini sangat membingungkan dan menyulitkan. Apalagi, tak ada pihak Disdik yang lebih berkompeten untuk menjelaskan kepada orang tua siswa. Posko pengaduan yang dibuka tidaklah efektif, karena tanpa penjagaan.
Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, juga mengaku banyak keluhan atau aduan ke dirinya terkait sistem PPDB tahun ini.
“Cukup banyak yang mengadu soal PPDB ke saya. Itulah yang mau saya rapatkan dengan Kadisdik,” terang Soni.
Salah satu kemungkinan yang bisa saja dilakukan jika sistem bersoal, kata Soni, pengumuman PPDB bisa saja dilakukan secara manual.
Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo berdalih, terkait data yang berubah-ubah, itu disebabkan karena sistem menerapkan timer. Ia menjelaskan, sistem timer ini yang sebelumnya akan diumumkan pada 25 Juli lalu, namun terpaksa ditunda hingga tanggal 28 Juni, sehari setelah pilkada serentak.
Selanjutnya, sistem timer ini dilanjutkan karena sempat tertunda. Dampaknya, banyak data yang baru masuk di sistem hingga malam hari. Keterlambatan data itu, kata Irman, membuat sistem sempat terhenti, kemudian kembali bekerja secara otomatis hingga larut malam.
“Ini baru gelombang satu, sampai kemarin kenapa baru jam 2 kita buka pengumuman, karena waktu kita tunda itu passwordnya sistem timer kita tutup di jam 2. Dua hari selanjutnya jam 2 lagi baru buka,” kata None, sapaan akrab Irman YL, Jumat (29/6).
”Karena ini kan tiga sekolah, jadi sistem menyesuaikan pilihan siswa. Namun yang mendaftar belum masuk semua. Mungkin masih loading. Kita tutup itu tadi malam jam 12 data masuk,” tandasnya.
None menyebut, masing-masing orang tua siswa memiliki masalah cuma satu, yakni belum paham tentang sistem peringkat nilai.
“Jadi di mana nilainya tinggi, maka di situ dia ditetapkan. Kan tiga sekolah ini, mereka kaget nama anaknya tidak ada, padahal dia belum cek kalau nilainya lebih tinggi di pilihan kedua atau ketiga,” jelasnya.
None melanjutkan, bahwa sistem skoring yang dilakukan oleh e-Panrita sebenarnya memudahkan pemilihan sekolah bagi siswa baru. Alasannya, sistem yang bekerja secara otomatis menempatkan siswa sesuai nilai atau skor yang diraih oleh setiap siswa.
“Ini bukan kayak dulu, di mana pilihan pertama diutamakan. Tapi pilihannya itu di sekolah mana nilainya paling tinggi, maka disitulah dia lulus,” terangnya.
Salah seorang calon siswa AI mengaku kecewa. Pilihannya di SMAN 5 Makassar bukanlah tanpa alasan. Yakni pertimbangan jarak rumah dengan sekolah yang sangat dekat.
“Selain itu, ayah saya pekerja serabutan dan dia selalu meninggalkan rumah berminggu-minggu. Saya kasihan dengan ibu yang selalu mengantar jemput tiap hari jika sekolah yang saya tempati lulus jaraknya sangat jauh dari rumah,” keluhnya.
Ia mengaku, untuk bersekolah di SMAN5 Makassar pun dari skor dan jarak rumah sangat layak. Seperti syarat jalur akademik, yakni jarak rumah dan nilai ujian.
“Saya sangat kecewa sama sistem PPDB tahun ini. Nilai skor dan jarak rumah seperti acuan tahun-tahun sebelumnya sangat layak karena posisi saya lebih tinggi dari siswa lainnya,” tukasnya.
Sementara itu, guna mengantisipasi gangguan dalam proses pengumuman hasil pelaksanaan PPDB jenjang SD dan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menggelar rapat koordinasi bersama para kepala sekolah SD dan SMP, Jumat pagi (29/6).
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Makassar Ahmad Hidayat, menjelaskan rapat koordinasi dilakukan dengan menghadirkan kepala sekolah se-Makassar, serta pihak Telkom. Tujuannya untuk memastikan seluruh persiapan sudah rampung dan tidak terjadi gangguan pada saat proses pengumuman secara online.
“Masalah yang ada di Disdik Sulsel menjadi pelajaran. Tentu masalah tersebut sama sekali tak diinginkan di Disdik Makassar. Hasil rapat bersama pihak sekolah diputuskan agar melakukan persiapan membuka pengumuman. Kalau pihak Telkom sendiri sudah menjamin kualitas jaringan baik dan aman pada saat pengumuman” kata Dayat.
Ia menambahkan, pengumuman PPDB dibuka secara serentak pada 5-7 Juli mendatang secara online situs website www.SIAP-PPDB.com. Adapun pengumuman offline setelah online dilakukan dapat dilihat di sekolah masing-masing.
“Pengumuman PPDB ada online dan offline. Kalau online bisa dilihat melalui situs www.SIAP-PPDB.com. Sementara untuk offline dapat dilihat di sekolah masing-masing. Rapat dengan kepala sekolah, pihak Telkom bahkan dewan sudah kita lakukan. Dijamin dapat berjalan lancar dan aman,” kuncinya. (arf-rhm/rsu)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar