Berita Kota Makassar | Sekeluarga Asal Pangkep Lakalantas di Majene, Dua Tewas

Posted on

PANGKEP, BKM — Suasana duka menyelimuti keluarga korban lakalantas, saat jenazah Sinta Yahya (39) tiba di rumah duka di Kampung Salebbo, Kelurahan Salebbo Kecamatan Bungoro, Pangkep sekitar pukul 17.20 Wita, Kamis (7/6). Mereka tak bisa menahan tangis kala dua mobil ambulans yang mengangkut jenazah, masing-masing almarhumah Sinta Yahya dan sepupunya almarhum Aminuddin.
Kedua kendaraan tersebut langsung berhenti di rumah Yahya Dg Sija, orang tua Sinta. Tidak lama kemudian, satu mobil ambulans mengantar jenazah Aminuddin ke rumah orang tuanya di Jalan Flamboyan, Kota Pangkajene.
Yahya Dg Sija (78) tampak tegar saat diwawancarai. Ia menceritakan, kabar duka diterima melalui telepon dari salah seorang teman kerabatnya bernama Syarifuddin, anggota kepolisian yang bertugas di Majene. Yang menerima telepon adalah Nuraeni, istri Yahya.
“Istri saya itu sempat beberapa kali pingsan menerima kabar jika anaknya sekeluarga kecelakaan di Majene. Sinta bersama suami dan anak-anaknya mau pulang lebaran dan bermaksud mendaftarkan anak pertamanya di salah satu SMA di Pangkep,” tutur Dg Sija.
Diakui, Sinta jarang pulang karena mengajar di Sulawesi Tengah. Apalagi suaminya warga asli di sana.
Sinta merupakan anak kedua dari pasangan Yahya dan Nuraeni. Ia menyampaikan dirinya hendak pulang ke Pangkep. Sepupunya, Aminuddin janjian untuk pulang sama-sama. Saat kecelakaan, Aminuddin yang mengemudikan mobil.
Kecelakaan tunggal yang disebabkan out control ini dan menimpa satu keluarga ini terjadi, Kamis (7/6) sekitar jam 07.45 Wita. Lokasinya di jalan poros Majene-Mamuju. Tepatnya di Dusun Pallang-pallang, Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, Sulbar.
Keluarga Sinta mengendarai Toyota Avanza bernomor polisi DN 1201 NB yang dikemudikan Aminuddin. Mobil nahas ini memuat tujuh orang. Merka bergerak dari kota Toli-toli, Sulteng hendak ke Kampung Salebbo, Kecamatan Bungoro, Pangkep.
Di tengah perjalanan, pengemudi dalam kondisi tertidur. Mobil yang dikemudikannya bergerak ke sisi jalan sebelah kanan kemudian tergelincir ke sungai. Dua orang tewas, dan enam lainnya luka-luka dalam peristiwa ini.
Mereka yang terluka adalah Haeruddin (57) suami Sinta yang juga PNS. Dia mengalami nyeri pada bahu kiri dan kanan. Lima lainnya adalah anak almarhumah Sinta, masing-masing Hariya Tunnisa (15) luka lecet pada pelipis kanan, Jihan Asizah(14) luka lecet pada pelipis kiri, Mudik (11) nyeri pada pipi kiri, Muh Akbar (4) nyeri pada bahu kanan, dan Mahrus Amin (3). (udi/rus/b)

Baca Juga :  Oknum Guru SD di Depok Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Murid

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar