Berita Kota Makassar | Semalam, Tiga Maling Ditembak

Posted on

MAKASSAR, BKM — Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel dan Polrestabes Makassar mengintensifkan operasi terhadap pelaku kriminal. Buktinya, dalam satu malam saja, pada Selasa (5/6), tiga orang maling berhasil diamankan. Mereka bahkan dihadiahi timah panas di masing-masing betisnya.
Panit Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel Ipda Artenius yang memimpin anggotanya, menciduk dua tersangka pencurian disertai kekerasan (curas) pada pukul 19.00 Wita. Dia adalah Iwan alias Iwan Jumalang (31), warga Jalan Sungai Saddang Barru. Satu lainnya Aswandi alias Aswan (23), beralamat di Jalan Monginsidi Baru Lorong 297. Mereka ditangkap di tempat berbeda.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan dua orang yang diamankan tersebut merupakan DPO (Daftar Pencarian Orang) kasus curas. Ia diadukan oleh korban ke Polsek Rappocini, sesuai laporan tertanggal 30 Mei 2018.
Timsus Polda Sulsel usai berkoordinasi dengan Polsek Rappocini, kemudian bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, seorang tersangka berhasil teridentifikasi. Iwan alias Iwan Jumalang terdeteksi bersembunyi di Jalan Sungai Saddang.
Polisi yang datang di lokasi langsung menangkapnya. Dari hasil pemeriksaan, Iwan mengaku pernah melakukan aksi curas. Namun ia tak sendirian. Melainkan ditemani seorang rekannya bernama Aswandi.
”Tersangka Iwan mengaku tidak sendirian melakukan aksinya. Tapi bersama rekannya Aswan,” terang Dicky, Rabu (6/6).
Polisi juga menelusuri jejak kriminal tersangka. Ternyata, Irwan merupakan pelaku curas lintas provinsi. Salah satu laporannya di Sulbar. Ia masuk DPO Polda Sulbar dalam kasus curas. Selain itu, Iwan baru saja keluar dari rutan Pangkep pada Mei 2018 lalu.
‘Nyanyian’ Iwan kemudian dikembangkan petugas. Dia dibawa untuk menunjukkan lokasi persembunyian rekannya, yang sebelumnya disebutkan di Jalan Monginsidi.
Sama seperti Iwan, Aswandi berhasil diringkus di Jalan Monginsidi, juga tanpa perlawanan. Ternyata, Aswandi merupakan residivis dalam kasus curas dengan sasaran kendaraan roda empat.
Ia membidik barang berharga yang biasa ditinggalkan pemiliknya di dalam mobil. Seperti gawai, tas serta dompet. Aksinya dikenal dengan modus pecah kaca mobil.
Aswandi mengaku melakukan aksi curas lintas provinsi. Di antraranya Kalimantan, Bali serta Kendari.
”Kedua tersangka sudah beraksi di beberapa provinsi. Mulai dari Makassar, Sulbar, Kendari, Bali hingga Kalimantan,” jelas Dicky lagi.
Menurut Dicky, mereka sebenanya ada empat orang. Dua rekannya yang kini masih buron adalah Rianto dan Sibali. Khusus di wilayah hukum Polrestabes Makassar, ada tujuh titik lokasi aksinya.
Langkah tegas dengan melumpuhkan kedua tersangka, kata Dicky, dilakukan karena mereka mencoba melarikan diri saat digiring untuk pengembangan. Keduanya diminta menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya.
Di tempat terpisah, kira-kira pukul 22.00 Wita usai salat tarawih, tim Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polrestabes Makassar meringkus seorang buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tim yang dipimpin AKP Ivan Wahyudi menangkap Fajar Bahri alias Fajar (22) di Jalan Pongtiku.
Saat hendak ditangkap, Fajar sempat bersembunyi di sebuah rumah warga. Ketika diminta untuk menyerahkan diri, ia sempat keluar dari persembunyiannya. Namun dia kembali kabur.
Tembakan peringatan petugas tak dihiraukannya. Personel tim Jatanras terpaksa mengarahkan moncong pistol ke bagian kaki tersangka secara terukur. Dorrr… Seketika itu juga Fajar jatuh tersungkur. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapat perawatan medis.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolrestabes) Makassar Kombes Pol Irwan Anwan, menyebut bahwa Fajar yang masuk DPO terbilang lihai. Ia memiliki komplotan yang kini masih dalam perburuan.
”Tersangka merupakan DPO Polres Gowa. Ia mencuri motor lalu menjualnya ke Kabupaten Sinjai dengan harga Rp1,5 juta,” terang Kombes Irwan, Rabu (6/6).
Selain itu, lanjut perwira tiga bunga melati di pundaknya ini, tersangka juga pernah melancarkan aksinya di Jalan Asrama Haji Lorong 1. Di sana, pada bulan Mei lalu ia menggasak motor Yamaha Mio J warna hitam.
Dari penuturan Fajar, ia melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Biringkanaya ditemani seorang rekannya bernama Fadli, yang kini dalam pengejaran. Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka, yakni dua buah mata kunci letter T, serta lima unit sepeda motor.
Masing-masing Honda Beat warna putih. Yamaha Mio warna putih. Yamaha Mio Sporty warna merah. Yamaha Mio J warna hitam. Dan Suzuki Nex warna hijau. (ish/rus)

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Setor Rp250 Ribu, Seragam Olahraga tak Dibagikan

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar