Berita Kota Makassar | Suami Perawat Sesak Nafas Sebelum Istrinya Meninggal

Posted on

BARRU, BKM — Di kala orang terdekat dan tercinta hendak berpulang untuk selama-lamanya, terkadang ada firasat atau tanda yang dikirim. Seperti itu dialami Fahrul Agung yang akrab disapa Allu.
Ia tak pernah menyangka jika istrinya, Nurida (32) begitu cepat kembali ke haribaan Sang Pencipta. Perawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Daerah (RSUD) Barru tersebut mengembuskan nafas terakhirnya usai mengalami kecelakaan lalulintas, Minggu (10/6) pagi.
Nurida mengalami patah leher serta luka di bagian dagu. Saat kejadian, motor DP 3840 BH yang dikendarainya menabrak pohon di atas trotoar depan TK Al Ikhlas Kota Barru sekitar pukul 06.15 Wita.
Kepada BKM, Allu bertutur tentang firasatnya sebelum sang istri tercinta berpulang. Minggu malam ia sempat mengalami sesak napas. Ada keinginan Allu guna menelepon istrinya.
Hanya saja, maksud Allu untuk menyampaikan informasi tersebut tak dilakukannya. Karena sesak napas yang sebelumnya tidak pernah dialaminya itu, agak mereda. ”Mungkin itu firasat kalau istriku akan meninggal,” tuturnya melalui saluran telepon, Senin (11/6).
Nurida berpulang dengan meninggalkan seorang suami dan dua anak yang masih kecil. Saat menerima telepon bahwa istrinya kecelakaan, Allu tak bisa menahan tangisnya. Ia kehilangan seorang istri yang pekerja keras. ”Selama delapan tahun hidup bersama, dia tidak pernah mengeluh,” kenangnya.
Duka dan kehilangan juga ikut dirasakan rekan seprofesi korban di ruang UGD RSUD Barru. Seperti diungkapkan Sismanto yang sudah satu tahun menjadi rekan kerja pada setiap shift malam. Selama ini korban dikenal wanita pekerja dan ramah.
“Nurida itu petugas paling rajin dan punya semangat kerja pantang menyerah. Sering melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya. Jadi semua rekan kerjanya memuji jiwa kerja almarhumah. Pokoknya kami sangat kehilangan teman dan sahabat yang ramah dan sangat baik,” ucap Sismanto yang ditemui di rumahnya, Senin (11/6).
Diceritakan Sismanto, sebelum mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, Minggu malam pukul 22.00 Wita Nurida sempat mengantar pasien rujukan ke RS Gretelina, Makassar. Ia baru pulang keesokan harinya, Senin dini hari pukul 03.30 Wita.
“Ketika sampai di RS Barru, sempat dia bilang bahwa kalau mengantar pasien rujukan berarti adami kasihan pembeli baju baru untuk kedua anakku menjelang lebaran. Makanya, korban langsung pulang ke Kampung Baru, Mangkoso untuk sahur bersama keluarganya dengan harapan akan kembali mendampingi lagi pasien yang akan dirujuk pagi ke Makassar,” terang Sismanto.
Nurida pun menitip pesan ke temannya di UGD, supaya ditelepon kalau pagi supaya bisa lagi tiba ke RS untuk kembali mengantar pasien ke Makassar.
Namun, Allah berkehendak lain. Di tengah perjalanan dari Mangkoso ke Kota Barru, tepatnya di depan TK Al Ikhlas, motor dinas tua yang dikendarai korban oleng ke kiri menabrak trotoar dan pohon. Nurida yang mengenakan seragam perawat menemui ajaln di tempat kejadian dengan kondisi leher patah dan dagu mengalami luka serius. (udi/rus/b)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar