Berita Kota Makassar | Survei CRC: Elektabilitas Barakka Ungguli Pammase

Posted on

MAKASSAR, BKM — Celebes Research Center (CRC) merilis hasil surveinya terhadap dua pasangan calon di pilkada Kabupaten Wajo. Elektabilitas pasangan Baso Rahmanuddin-Anwar Sadat (Barakka) mengungguli duet Amran Mahmud-Amran (Pammase).
Dalam pemaparan yang berlangsung di Hotel Grand Clarion, Makassar, Minggu (10/6), elektabilitas Barakka berada pada angka 51,5 persen. Sedangkan Pammase 34,3 persen.
Direktur Riset CRC A Wahyudin Abbas menjelaskan, keunggulan pasangan Barakka terpantau di 10 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Wajo. Menurut Wahyudin, tren Barakka ini naik dibanding pada Februari 2018 yang hanya di angka 43,0 persen. Sementara Pammase justru malah mengalami tren penurunan dibanding Februari 2018, yang saat itu berada di angka 38,3 persen.
“Dukungan kuat bagi pasangan Barakka juga signifikan, yakni di angka 43,3 persen. Sementara Pammase 28,5 persen. Sedangkan suara yang masih mengambang 14,3 persen,” terang Wahyudin.
Wahyudin mengungkapkan, hasil survei menunjukkan popularitas Baso Rahmanuddin unggul dibanding kandidat lain. Yakni berada di angka 96,0 persen dengan tingkat kedisukaan 79,7 persen. Sementara Amran Mahmud popularitasnya di angka 93,8 persen, dengan tingkat kedisukaan 76,5 persen.
Untuk calon wakil bupati Amran, popularitas 88,5 persen dengan tingkat kedisukaan 70,3 persen. Sedangkan Anwar Sadat, popularitas 79,5 persen dengan tingkat kedisukaan 69,3 persen.
Lingkup penelitian dalam riset ini adalah seluruh masyarakat di Kabupaten Wajo yang sudah memiliki hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Jumlah sampel sebanyak 400 responden. Dengan metode penarikan sampel multistage random sampling dan memiliki toleransi kesalahan dugaan +/- 5,0 persen pada selang kepercayaan 95,0 persen.
Sampelnya sendiri berasal dari 14 kecamatan di Wajo yang terdistribusi secara proporsional.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung menggunakan kuesioner pada 23-31 Mei 2018. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20,0 persen dari total sampel.
”Quality control ini sendiri dilakukan oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih atau spot check,” tambah Wahyudin.
Respondennya sendiri berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Mulai dari tidak bersekolah, tamat SD, tamat SMP, tamat SMA, hingga kuliah dan tamat perguruan tinggi. (nug/rus/b)

Baca Juga :  Tokoh Bulu Tellue : TAKBIR Pasangan Yang Beriman, Bertakwa dan Punya Niat Baik

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar