Berita Kota Makassar | Tak Laik Operasi, Penumpang Lebihi Manifes

Posted on

SELAYAR, BKM — Korban meninggal dunia dari penumpang Kapal Motor Lestari Maju terus bertambah. Hingga Rabu sore (5/7), tercatat ada 35 orang meninggal dunia. Sementara 166 orang lainnya selamat.
Kapal mengalami bocor pada bagian lambung serta mati mesin ini nyaris tenggelam, sebelum akhirnya dikandaskan di depan ujung pantai Pa’badilang, Desa Bungaya, Kecamatan Bontomatene. Angkutan laut ini tengah berlayar dari Pelabuhan Bira, Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari Selasa (3/7).
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Syamsu Ridwan, kemarin menyebutkan total korban yang sudah dievakuasi sebanyak 201 orang. Korban yang meninggal dunia sebanyak 35 orang. Korban selamat 166 orang.
Angka 201 orang penumpang tersebut jauh berbeda dengan angka yang tertera di manifes kapal, yakni 139 orang. Artinya, ada selisih 62 orang.
Jumlah tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih terus melakukan pencarian. Seluruh korban meninggal dunia dievakuasi ke Rumah Sakit KH Hayyung, Selayar. Sementara yang selamat dibawa ke puskesmas terdekat guna menanganan medis.
Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel Kombes Pol dr R Harjuno,Sp.KJ bersama tim telah mengidentifikasi 35 korban meninggal. Selanjutnya, jenazah para korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Penyerahan secara simbolis dilakukan Bupati Kepulauan Selayar Muh Basli Ali di RS KH Hayyung, kemarin. Hadir Dandim 1415 Kepulauan Selayar Letkol Arm Yuwono. Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Syamsu Ridwan. Direktur RSUD KH Hayyung dr Hasairin. Direktur Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Serta Kadis Sosial Musytari.
Bupati Kepulauan Selayar Muh Basli Ali, berharap kejadian yang menimpa KM Lestari Maju tidak terulang lagi. Ia pun menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut, dan berharap keluarga korban dapat diberi ketabahan.
Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono, telah menerima laporan dari bupati Selayar menyusul tragedi KM Lestari Maju. Ternyata, kapal tersebut telah berusia uzur dan rusak. Hanya saja, masih dipaksakan beroperasi melayani penyeberangan penumpang dan barang.
“Saya terima laporan dari bupati Selayar kalau kapal fery tersebut sudah dalam kondisi tua. Harusnya tidak beroperasi lagi,” kata Sumarsono di Makassar, Selasa malam (3/7).
Kondisi kapal ini, lanjut Sumarsono, sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat. Karenanya, setelah proses pencarian dan penyelamatan usai, akan dilakukan evaluasi terhadap semua pihak terkait mengenai kondisi kapal yang sudah tua.
“Karena kondisi kapalnya sudah tua, ketika dapat ketinggian ombak 2 hingga 2,5 meter, lambung kapal langsung bocor. Sempat ada kapal nelayan berusaha menolong, tapi kapal itu juga ikut tenggelam. Tapi tidak ada korban jiwa,” terang Sumarsono lagi.
Ditambahkan, kapal yang kena musibah ini dikarenakan lambung kapal bocor sehingga kemasukan air. Oleh nakhoda disengaja dikandaskan. Posisinya kini di dekat pelabuhan Pamatata, Selayar.
Sumarsono juga telah meminta pihak Kementerian Perhubungan, KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi), serta kepolisian melakukan penyelidikan atas musibah tersebut. Dirinya berharap, jika ada kelalaian yang mengakibatkan musibah itu terjadi, mesti diproses hukum.
Lalu bagaimana dengan uang Rp30 miliar milik Bank Sulsel yang ada di atas kapal nahas tersebut? Humas Bank Sulsel Rahmat Nur Kadir, kemarin menginformasikan bahwa duit yang ikut karam bersama KM Lestari Maju telah berhasil dievakuasi oleh tim dari Bank Sulsel.
“Uangnya sudah berhasil kita amankan. Sekarang sudah ada di kantor cabang Bank Sulsel di Selayar,” ujar Rahmat.
Menurut Rahmat, proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 06.00 Wita. Kondisi uang masih lengkap dan dalam kondisi utuh.
“Uangnya masih utuh dan tersegel di dalam plastik,” pungkasnya. (mat-rhm/rus)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar