Berita Kota Makassar | ”Terima Kasih Bantuanta, Ini Anugerah Ramadan”

Posted on

PANAS menyengat hingga ke ubun-ubun. Rafika tak peduli. Dengan agak berat ia mengayunkan kakinya di belakang sebuah mobil, tidak jauh dari perempatan lampu merah Jalan Veteran Selatan-Jalan Landak Baru, Senin (11/6) siang.

LAPORAN: NUGROHO NAFIKA KASSA

SUDAH hampir dua bulan Rafika (42) nekat menjadi juru parkir (jukir). Sebelumnya ia adalah buruh cuci. Ia berkeliling menawarkan tenaganya untuk mencuci pakaian orang. Bertahun-tahun ia geluti pekerjaan tersebut.
Pendapatan suaminya yang hanya pengemudi becak motor (bentor) tidaklah seberapa. Apalagi mereka telah memiliki empat orang anak. Di antaranya ada yang sekolah. Tentu untuk hidup dan sekolah butuh uang banyak.
“Saya dulu buruh cuci. Tapi karena hamil, untuk sementara saya memilih jadi tukang parkir dulu, Pak. Pekerjaannya tidak terlalu berat. Hanya atur-atur mobil atau motor,” kata wanita yang berkulit agak gelap ini.
Saban pagi, Rafika datang di depan Alfamart, tidak jauh dari lampu merah Jalan Veteran Selatan-Jalan Landak Baru. Rumah kontrakannya tidak terlalu jauh. Hanya berkisar 800 meter.
Ketika sore hari ia pulang ke rumahnya. Namun, jika pendapatannya sedikit, ia lembur sampai malam. “Kan kadang ada juga yang belanja di Alfamart tidak ada uang kecilnya, jadi tidak bisa bayar uang parkir. Atau yang datang belanja juga sedikit,” tuturnya.
Namun, Rafika tetap bersyukur. Menurutnya, ketika ia hamil seperti saat ini, masih ada pekerjaan yang bisa ia lakukan untuk membantu suaminya menghidupi keluarga.
“Suami saya bawa bentor. Pendapatannya tidak seberapa kasian. Dia stamplas di SMP 1 (Makassar). Kalau libur begini pasti sedikit penumpang,” aku Rafika.
Rumah kontrakannya di Kelurahan Mamajang baru beberapa tahun ia tempati. Sebelumnya, mereka tinggal di rumah kontrakan di Inspeksi Kanal Kelurahan Bontolebang. Saat di Bontolebang, ia membuka lapak di pinggir jalan. Lapaknya darurat. Hanya ada sebuah meja untuk pajangan jualan dan ditutupi tenda.
Tapi pekerjaannya menjual makanan ringan, buah dan minuman tidak bisa ia lanjutkan. Musababnya, lokasi tersebut telah digunakan pemilik lahan untuk membangun rumah. “Makanya saya pindah kontrakan ke tempat lain beberapa tahun lalu,” imbuh Rafika.
Saat didatangi tim Ramadan Berbagi Harian Berita Kota Makassar, Senin (11/6) siang, Rafika kaget. Siang kemarin itu ia sedang duduk di kursi plastik menunggu mobil yang parkir. Ia tak menyangka tiba-tiba didatangi empat pria. Ada yang bawa beras, mi instan dan minuman.
“Tabe daeng, kita hari ini ingin membagikan paket sembako untuk kita,” kata Pemimpin Redaksi Berita Kota Makassar, Muh Arsan Fitri.
Mendengar hal itu, Rafika langsung beranjak dari kursinya. Ia melepas senyum sumringah. Posisi berdirinya ia perbaiki. Ia lalu membungkukkan badannya.
“Terima kasih, Pak sudah kasih bantuan. Ini adalah anugerah Ramadan,” kata Rafika.
Bantuan ini, kata dia, sangat berarti. “Mudah-mudahan rezeki Berita Kota Makassar bertambah dan lancar,” kata Rafika. (*/rus/b)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar