Berita Kota Makassar | Usai tak Muda Lagi, Tinggalkan Pekerjaan Payabo

Posted on

HIDUP mesti dijalani. Apapun yang terjadi, hadapi saja. Baik suka maupun duka. Kerjakan apa yang bisa dilakukan. Semuanya demi keluarga.

LAPORAN: ARDHITA ANGGRAENI

PELAJARAN berharga bisa dipetik dari kisah hidup Dg Tia, seorang janda yang kini hidup dari jualan tisu. Sebelumnya, ia hidup berkecukupan di Kelurahan Tamamaung.
Wanita asal Kabupaten Takalar ini memiliki rumah. Tapi beberapa tahun lalu ia harus merelakan rumah beserta tanahnya, karena keluarganya bersengketa. Dg Tia sekeluarga pun ikhlas meninggalkan rumah tersebut.
Bersama anak-anaknya, Dg Tia akhirnya pindah ke Jalan Adhyaksa Baru. Di tempat ini ia mendirikan rumah kayu di atas tanah milik orang lain.
Selain Tia, ada beberapa keluarga yang tinggal di atas lahan tersebut. Juga dengan bangunan darurat. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai pemulung (payabo), tukang bentor, dan penjual tisu.
Sebelum menjadi penjual tisu, Dg Tia mengaku pernah bekerja sebagai payabo. Setiap hari ia bersama beberapa anaknya turun mencari sampah plastik, aluminium dan lainnya. Namun, karena umurnya yang sudah tidak muda lagi, pekerjaannya sebagai payabo ia tinggalkan. Saat ini beberapa anaknya melanjutkan pekerjaannya sebagai payabo.
“Tuama, Nak. Tidak kuatma jalan dan angkat yang berat-berat,” kata janda beranak enam dan bercucu 12 ini saat didatangi tim Ramadan Berbagi di rumahnya Jalan Adhyaksa Baru, Senin (11/6).
Ketika ada yang menawarkan menjual tisu di pinggir jalan, Dg Tia langsung mengiyakan. Ia dibantu anak dan cucu-cucunya jualan salah satu merk tisu di pertigaan Jalan Adhyaksa Baru-Jalan Abd Dg Sirua. “Kalau jualan tisu tidak terlalu berat. Paling hanya panas saja yang dirasakan,” tuturnya.
Saat menerima tim Ramadan Berbagi, ia ditemani anak dan cucunya. Ia tidak canggung, walaupun ia hidup ala kadarnya. “Yah..beginilah,” katanya sambil tersenyum.
Dg Tia juga mengucapkan terima kasih karena telah diberi paket sembako dari BKM menjelang Hari Raya Idul Fitri ini.
“Saya tidak menyangka akan diberi bantuan. Alhamdulillah kami sudah diberi beras, mi instan dan beberapa minuman. Semoga rezeki BKM semakin bertambah,” kata Dg Tia. (*/rus/b)

Baca Juga :  Sejuta kertas suara Pilkada Makassar dicetak

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar