BI Imbau Masyarakat Tak Tukar Uang di Pinggir Jalan

Posted on

JawaPos.com – Jelang lebaran, masyarakat banyak yang berburu uang baru. Uang-uang tersebut akan dibagikan kepada sanak saudara sebagai bentuk Tunjangan Hari Raya (THR).

Pada saat itu juga, jasa penukaran uang menjamur. Jasa penukaran uang itu umumnya berada di pinggiran jalan. Menawarkan penukaran uang baru dengan dikenakan biaya administrasi. 

Menanggapi fenomena itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengimbau agar masyarakat menukarkan uang di tempat resmi yang telah disediakan. BI bersama dengan 15 bank swasta maupun nasional telah menjalin kerja sama untuk penukaran uang.

“Kembali bahwa upaya kita mengadakan penukaran resmi di 160 titik di Jabodetabek dan seluruh wilayah 1.000 titik. Kami BI ingin masyarakat menukar di tempat resmi. Karena nggak ada biaya tambahan dan adem (karena di ruang AC) serta bisa lihat yang ganteng-ganteng,” ujarnya dalam konferensi pers di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Rabu (23/5).

Lanjut Rosmaya, penukaran uang di tempat resmi juga akan membantu BI dalam melakukan pengawasan terhadap nominal penukaran uang yang berlebihan. “Supaya menghindarkan maka kita menggunakan sistem paket, paket kecil Rp 3,7 juta. Dan juga pakai KTP supaya satu orang nggak bolak balik terus dijual. Kesempatan untuk menjualbelikan uang itu tidak ada,” tambahnya.

Di samping itu, penukaran di pinggir jalan tidak menjamin keaslian uang yang ditukar. Masyarakat bahkan harus menikmati jumlah uang yang ditukar lebih kecil karena adanya potongan administrasi dalam jumlah  besar.

“Uangnya dikurangi karena ada biaya, kedua mana tau kan itu uangnya asli atau tidak. Kalau di kita kan sudah menjamin. Oleh karena itu untuk masyarakat jangan pernah menukar di tempat resmi,” tutupnya.

(hap/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar