BPS : kenaikan tarif pesawat dorong inflasi Sulsel

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan menyatakan bahwa kenaikan tarif angkutan udara menjadi pendorong utama inflasi 0,37 persen pada Mei 2018.

“Pada Mei ini kenaikan harga tiket pesawat menjadi pendorong naiknya inflasi dan kenaikan terjadi di semua maskapai,” kata Kepala BPS Sulawesi Selatan Nursam Salam di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, pada Mei 2018 Sulsel mencatat angka inflasi sebesar 0,37 persen atau lebih tinggi dibanding April yang hanya 0,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 133,29 persen.

Nursam mengatakan, inflasi pada Mei itu disebabkan oleh kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran yang ditunjukkan dengan naiknya indeks harga.

Enam kelompok pengeluaran di antaranya, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,95 persen, kelompok bahan makanan (0,59 persen), kelompok kesehatan (0,16 persen).

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,15 persen), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,10 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,8 persen) serta kelompok sandang yang mengalami penurunan sebesar 0,18 persen.

Ia merinci kenaikan inflasi disebabkan oleh 10 indikator yang mendorong terjadinya inflasi sebesar 0,37 persen tersebut. Kenaikan itu juga disebutnya tidak terlalu besar jika membandingkan dengan inflasi secara keseluruhan di Indonesia.

“Kalau melihat statistiknya 0,37 persen, tapi seandainya tidak ada penyeimbang dari 10 indikator deflasi, pasti inflasi Sulsel akan lebih tinggi lagi dari angka ini,” katanya.

Untuk 10 indikator inflasi yakni angkutan udara, ikan bandeng, daging ayam, telur ayam, ikan cakalang, ikan layang, pepaya, pisang, tomat sayur dan rokok filter.

Penyeimbang inflasi yakni deflasi juga terdapat 10 indikator yakni cabai rawit, beras, emas, bawang putih, daging sapi, bawang merah, gula pasir, biskuit, ikan katamba dan daun kacang panjang.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar