BRI siap salurkan KUR kembangkan produk Unhas

Posted on

Makassar (Antaranews Sulsel) – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan kesiapannya menyalurkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi wirausaha Universitas Hasanuddin untuk lebih mengembangkan produk usahanya kedepan.

Direktur Utama Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis (UPKB) Unhas Mardiana E Fachry di Makassar, Sabtu, mengatakan sudah menerima penawaran langsung dari pihak BRI saat bertemu pada peresmian Gedung Institute Microfinance Center di Kampus Unhas Tamalanrea hari ini.

“BRI sudah setuju untuk menawari KUR dan telah siap membantu dan kami tinggal menunggu proposalnya,” katanya.

Sejumlah produk dari mahasiswa Unhas itu diantaranya obat-obatan, makanan berupa kripik dan olahan perikanan, es krim dari sayuran dan buah, cokelat, abon, gula merah, madu termasuk sejumlah produk aksesoris yang dihasilkan dari para mahasiswa dan alumni serta pelaku usaha yang merupakan binaan Unhas.

Baca Juga :  Sampaikan Selamat Kepada Prof-Andalan, ISLA UNHAS Minta Prioritaskan Sektor Maritim

Ia menjelaskan, meski sudah menerima penawaran bantuan KUR namun pihaknya mengaku masih berpikir-pikir karena akan melihat dulu sejauh mana keseriusan para mahasiswa dalam menjalani dua usaha.

“Kami tidak ingin buru-buru karena jangan sampai anak-anak kita tidak mampu membayar (cicilan) dan justru kemudian menurunkan motivasinya untuk berwirausaha. Jadi intinya kita akan lebih dulu mematangkan untuk menjadi enterpreneur,”jelasnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) mendorong peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kepulauan Selayar yang selama ini masih menjadi daerah terkecil penyalurannya di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Kepala OJK 6 Sulampua Zulmi mengatakan jumlah penyaluran KUR di Kepulauan Selayar pada posisi April 2018 ini masih tercatat 0,54 persen atau Rp13,085 miliar.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Unhas Fakultas Kelautan Dikabarkan Tenggelam di Sungai Majene

Ia menjelaskan, persoalan KUR itu memang begitu dipengaruhi tingkat aktifitas perekonomian di sebuah daerah.

Artinya semakin tinggi intensitas kegiatan ekonomi di daerah tersebut, tentunya kesempatan bagi masyarakat mendapatkan fasilitas akses KUR juga akan semakin tinggi.

Seperti halnya di Makassar, Kabupaten Bone, Kabupaten Wajo ataupun Kabupaten Sidenreng Rappang yang aktifitas ekonominya begitu berkembang sehingga penyaluran KUR juga turut meningkat tajam.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar