Bunda, Ini Tips Jitu Bangun Mental Anak Jadi Lebih Tangguh

Posted on

JawaPos.com – Label yang terstigma pada anak zaman now adalah pribadi yang serba instan dan manja. Mereka biasanya cenderung tidak mandiri dan masih mengandalkan bantuan orang tua. Benarkah demikian? Bagaimana membuat anak menjadi pribadi yang lebih tangguh?

Dalam menyambut semangat Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni yang digagas oleh pemerintah, tema yang diusung tahun ini adalah membangun resiliensi di dalam keluarga. Resiliensi adalah ketahanan keluarga untuk mengatasi kesulitan atau untuk berkembang meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan. Sehingga anak zaman now tak mudah mewek atau cengeng saat menghadapi masalah.

Psikolog Keluarga Retno Dewanti Purba mengatakan mengembangkan ketrampilan resiliensi adalah sebuah perjalanan personal masing-masing orang tua. Orang tua hendaknya menggunakan pemahaman tentang anaknya untuk menuntun mereka melalui perjalanan mencapai ketangguhan. Saat anak mengalami masa sulit dan dia memiliki orang dewasa yang bisa membantunya tentu akan memperkuat ketangguhannya dalam menghadapi masalah.

“Orang tua harus memastikan adanya hubungan yang suportif antara anak dan orang dewasa (significant others),” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/6).

Bagi anak-anak tentu tak selalu mudah untuk berani menghadapi masalah, mencari jalan keluar, dan bangkit kembali. Orang dewasa di sekitar anak punya potensi besar untuk memastikan bahwa keberadaannya memiliki efek dukungan positif pada anak. Hal ini sangat membantu anak untuk merasa yakin bahwa dia bisa menghadapi masa sulit dan ada orang yang dipercayainya untuk mendampinginya.

“Dengan adanya dukungan positif dari orang dewasa, termasuk orang tua, maka anak belajar untuk memupuk rasa percaya diri, kemampuan memecahkan masalah dan kontrol diri,” ujar Retno.

Orang tua juga diharapkan dapat membangun generasi resilien yang sehat dan aktif lewat penerapan nilai dan kebiasaan baik yang ditanamkan secara konsisten. Aktivitas minum susu dan olahraga yang dilakukan secara bersama dapat menjadi solusi praktis dalam menanamkan budaya dan kebiasaan baik, sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan yang lebih kuat.

“Mental yang kuat tentu harus didukung oleh tubuh yang kuat,” jelasnya.

Maka dari itu, gaya hidup sehat dan aktif pada anak-anak digagas dalam kampanye ‘Drink. Move. Be Strong’ yang digelar sejak 2013 oleh Frisian Flag Indonesia. Kampanye inj bertujuan untuk menyebarkan pesan tentang pentingnya kebiasaan minum susu dan rutin berolahraga bagi pertumbuhan yang optimal. Dengan gaya hidup yang aktif dan sehat, anak mempunyai tubuh dan mental yang kuat dan sehat untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Dengan hal ini, anak diharapkan bisa menginspirasi sekitarnya untuk mempunyai gaya hidup aktif dan sehat,” ujar Nutritionist & Activation Manager, Frisian Flag Indonesia, Yeni Novianti, Sr.

Sebagai lingkungan pertama yang dikenal anak, orang tua memiliki peran penting dalam penanaman kebiasaan baik termasuk pola hidup sehat. Perkembangan fisik dan psikologis anak juga memiliki pengaruh besar dalam proses pembentukan pola perilaku baik tersebut. Karenanya dibutuhkan keluarga yang kuat untuk bisa mengembangkan kebiasaan baik yang diterapkan dalam keseharian anak

Saat sedang tidak menghadapi masalah, orang tua bisa mengajarkan pada anak melalui cara-cara kreatif untuk menjadi tangguh. Kedekatan emosional anak-anak dengan berbagai tokoh animasi yang inspiratif juga dapat dimanfaatkan orang tua dalam menanamkan nilai dan kebiasaan resilien pada anak.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar