Buntut Skandal Cambridge Analytica, Facebook ‘Diet’ Berbagi Data

Posted on

JawaPos.com – Facebook telah menetapkan lebih banyak batasan pada akses pengembang ke data pengguna. Dengan kata lain Facebook kini mengurangi atau ‘diet’ berbagi data kepada pengembang aplikasi pihak ketiga. Hal ini sebagai bentuk kontrol lanjutan atas skandal Cambridge Analytica.

Melansir laman Engadget, Selasa (3/7), Facebook mengumumkan pembatasan Application Programming Interface (API) baru untuk aplikasi pihak ketiga. Perubahan ini dimaksudkan untuk terus membantu pengembang membuat aplikasi yang dapat dinikmati oleh basis pengguna Facebook sembari melindungi data dan privasi orang yang menggunakan Facebook.

Perubahan ini mencakup penghilangan perangkat tertentu, termasuk Kit Pernyataan Profil, Pencarian Topik, Wawasan Topik dan Feed Topik, serta API Gambar Publik. Lainnya dari pengumuman ini adalah Facebook membatasi API untuk penemuan konten publik ke konten halaman, serta posting publik pada sejumlah pilihan profil terverifikasi.

Ilustrasi: Maling data Facebook. (Fossbytes)

Untuk segi iklan, perusahaan ini menyebut siapa pun yang menggunakan API Pemasaran untuk mengelola dan mengotomatisasi iklan mereka di Facebook untuk menjalani proses peninjauan aplikasi mereka sendiri. Pengambilan feedback iklan dan API Video Langsung juga akan membutuhkan izin peninjauan aplikasi tambahan. Akhirnya, Facebook memungkinkan pengembang untuk menjalankan pertanyaan tes melalui Aplikasi Graph API Explorer menggunakan token akses mereka sendiri.

Sejak skandal Cambridge Analytica, Facebook telah banyak diminta oleh berbagai pihak untuk membatasi data yang dapat diakses para pengembang aplikasi. Perusahaan sebelumnya juga mengumumkan bahwa mereka telah memangkas banyak API untuk membatasi transfer data di luar Facebook.

Penting untuk diketahui, API atau antarmuka pemrograman aplikasi adalah sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu.

Facebook belakangan kembali menjadi perbincangan. Selain kabar soal berbagi data pengguna ke sebanyak 52 perusahaan yang menjadi mitra Facebook. Kabar lain yang tak kalah mengejutkan adalah paten yang diungkap The New York Times.

Seperti diberitakan sebelumnya, The New York Times menemukan bahwa Facebook memiliki paten soal fitur yang bisa memprediksi kematian manusia. Paten tersebut menggambarkan mesin prediksi perubahan kehidupan yang mampu memprediksi peristiwa besar dalam kehidupan pengguna Facebook.

Mesin prediksi perubahan kehidupan menghitung probabilitas pengguna dalam menjalani peristiwa perubahan hidup. Ini menggunakan model pembelajaran mesin (machine learning) dan data historis pengguna lain dari sistem jejaring sosial yang telah melalui peristiwa perubahan hidup penggunanya.

The New York Times menilai salah satu alasan utama untuk mengembangkan algoritma tersebut adalah iklan. Dengan mengetahui detail paling intim dari kehidupan seseorang, jejaring sosial akan dapat melayani mereka dengan iklan yang sangat relevan bagi penggunanya.

Aplikasi paten lainnya yang ditemukan The New York Times termasuk salah satu yang dapat memata-matai pengguna, yakni melalui mikrofon ponsel mereka. Dalam skenario ini, mikrofon mendengarkan acara TV yang ditonton seseorang untuk menyarankan konten yang relevan.

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar