Bupati Majene minta agenda pesona “Cakkuriri” ditambah

Posted on

Majene (Antaranews Sulbar) – Bupati Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat meminta agar agenda kesenian pagelaran seni budaya pesona “Cakkuriri” ditambah dimasa mendatang.

“Jika pada tahun tahun kemarin digelar seminar budaya, lawatan sejarah, pagelaran tari, musik, puisi dan lagu kedepan bisa ditambah dengan kegiatan permainan rakyat,” kata Bupati Majene Fahmi Massiara pada acara pagelaran seni budaya pesona “Cakkuriri” di Lepangan Bura Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Jumat.

Ia mengatakan permainan rakyat yang bisa ditambah dalam pesona Cakkuriri seperti lomba permainan tradisional, lomba manjekka, maccangkel, massayangsayang, matteba, gasing, makkotau, makkalacang dan sebagainya.

“Permainan rakyat yang sudah ada sejak masa lampau tersebut harus dilestarikan kembali karena kini nyaris hilang dan tidak dikenali,” ujarnya.

Bupati Majene berharap agar warga yang berada di wilayah kecamatan Sendana agar kiranya, tidak lagi ada kesalahpahaman terhadap bentuk kegiatan pesona Cakkuriri.

Baca Juga :  Danlantamal VI Pantau dari Udara Lokasi Kandasnya KMP Lestari Maju

“Kegiatan pesona Cakkuriri bukanlah kegiatan pelantikan raja atau mara`diaq dan perangkatnya, namun kegiatan ini murni sebagai suatu bentuk pegelaran seni dan budaya yang berusaha menggali dan memperkenalkan sejarah dan budaya agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi sekarang ini,” katanya.

Ketua panitia pesona Cakkuriri, A Devianti Arna Altin SH, mengatakan, pagelaran seni tersebut bertujuan untuk mengeksplor dan memperkenalkan pada dunia luar tentang kekayaan budaya yang dimiliki daerah khususnya kebudayaan Mandar.

“Selain itu juga, untuk memperkenalkan sejarah budaya mandar kepada anak cucu di daerah ini, bahwa cerita-cerita yang disampaikan para orangtua bukanlah dongeng semata, namun memiliki data yang lengkap,” katanya.

Baca Juga :  Sampaikan Selamat Kepada Prof-Andalan, ISLA UNHAS Minta Prioritaskan Sektor Maritim

Menurut dia, kegiatan pesona Cakkuriri akan dilaksanakan selama empat hari, yang dimulai 21 ? 24 juni 2018,kegiatan pada tahun ini berbeda dengan pelaksanaan ditahun sebelumnya.

“Pasalnya beberapa kolaborasi yang dilakukan bersama panitia Pessweq to tammaq siswa kelas 4 se kecamatan Sendana yang juga memberi warna dan nuansa baru pelestarian sejarah dan agama,” katanya.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar