Buron Sejak 2014, Terpidana Koruptor Pasar Pabaengbaeng Diringkus Intelijen

Posted on

MAKASSAR – Pelarian Taufhan Ansar Nur yang merupakan terpidana tindak pidana korupsi Pasar Pabeangbaeng, Kota Makassar, yang menjabat Direktur PT Citratama Timurindo ini akhirnya terhenti. Dia diciduk Tim Intelejen Kejaksaan Agung RI saat berada di Hotel Sangrila, Jalan Jenderal Sudirman Kav 1, Jakarta Pusat, Jumat, (18/5/2018)‎, sekira pukul 18.35 WIB.

Sekedar diketahui, ‎dalam catatan kasusnya, Taufhan diketahui mengerjakan proyek pembangunan Pasar Pabaengbaeng menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2009 silam pada DIPA Kantor Perindustrian Perdagangan Dan Penanaman Modal Kota Makassar senilai Rp 1,2 Miliar.

‎Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap Taufhan Ansar Nur. Menurut dia, dari informasi yang diterimanya dari Jaksa Agung Muda (JAM) Intelejen Kejaksaan Agung RI, Jan Samuel menyebutkan bahwa yang bersangkutan telah mendapat putusan Mahkamah Agung dengan Nomor 9K/Pid.Sus/2014 tanggal 10 Juli 2014 silam.

Baca Juga :  Duduk di Terminal Malengkeri, Pemuda Bergelagat Mencurigakan Ini Diringkus

Selain putusan Mahkamah Agung, juga dari surat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dengan Nomor : R-132/R.4.3/Dps.4/05/2017 pada tanggal 24 Mei 2017 Tentang permohonan oleh Adhyaksa Monitoring Center aatas nama terpidana H. Taufan Ansar. Dari putusan yang dikelurkan tersebut sehingga yang bersangkutan berstatus terpidana, selanjutnya dilakukan pengejaran.

“Terpidana Taufhan Ansar Nur masih di Kejaksaan Agung. Saat ini pihak Kejari Makassar melakukan koordinasi dengan Kejagung untuk memulangkan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Disebutkan bahwa yang bersangkutan ‎telah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun karena merugikan uang negara senilai Rp 1.005.692.894,57 dan denda sebesar Rp 200 juta.

Baca Juga :  Timsus Polsek Ujung Pandang Gulung Empat Komplotan Curanmor, Dua Buron

“Kalau ketentuan denda tidak dibayar, maka yang bersangkutan dijerat tambahan 6 bulan kurungan,” pungkas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin‎. (*)

 



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar