Cabup Bantaeng Minta Pemungutan Suara Ulang

Posted on

MAKASSAR – Calon Bupati (Cabup) Bantaeng, Andi Sugiarti Mangun Karim meminta Panwaslu dan Bawaslu Sulsel melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di daerah ini. Pasalnya, sejumlah pelanggaran ditemukan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) yang baru selesai dilaksanakan di daerah tersebut.

Sejumlah temuan pelanggaran mulai dari dugaan politik uang, pelanggaran aturan pilkada, dan penyalahgunaan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Andi Sugiarti meminta Panwaslu Bantaeng dan Bawaslu Sulsel merekomendasikan PSU di Bantaeng.

“Sejumlah bukti pelanggaran telah kami temukan,” ujar Sugiarti kepada awak media, Senin, (2/7/2018).

Temuan pelanggaran itu, lanjut politisi dari PPP Sulawesi Selatan ini, telah dilaporkan ke Panwaslu Bantaeng dan juga Bawaslu Sulsel. Menurut dia, dugaan pelanggaran politik uang ini tidak main-main karena terstruktur, sistematis, dan massif.

“Itu terjadi pada saat memasuki masa tenang, sehingga kami minta dilakukan diskualifikasi untuk calon nomor urut 3 Ilhamsyah Azikin-Sahabuddin,” katanya.

Sedangkan pelanggaran aturan pilkada, Ugi-sapaan Sugiarti menambahkan, terjadi pada saat memasuki masa tenang. Dimana paslon Ilhamsyah-Sahabuddin baru memasang balihonya. Padahal diketahui, alat peraga kampanye pada saat itu ditertibkan oleh Panwaslu.

Kemudian, soal manipulasi data banyak ditemukan jumlah pemilih ganda. Totalnya 25 ribu orang dari 150 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 238 tempat pemunguatan suara (TPS) di delapan kecamatan.

“Dugaan politik uang ini tidak main-main karena hampir menyentuh seluruh wajib pilih, yang nilainya bervariatif,” tambah Muh Fajri, kuasa hukum Sugiarti. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar