Cek Gula Darah, Jangan Sampai Gagal Ginjal Menghantui

Posted on

JawaPos.com – Rajin cek gula darah dapat mencegah seseorang dari penyakit diabetes tipe II. Apalagi pola hidup masyarakat saat ini yang terbiasa makan dan minum apa saja berkalori tinggi atau gula. Padahal, tanpa sadar kebiasan makan minuman manis bisa membuat gula darah tinggi.

Edukator Diabetes Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Yulia, menjelaskan pada awal diabetes menunjukkan gejala yang sering dikira masyarakat awam sebagai tanda tubuh yang wajar. Karena itu, masyarakat tak sdara kalau gula darahnya sudah tinggi.

“Gejala awalnya kan banyak minum, banyak buang air kecil, banyak makan tapi enggak gemuk-gemuk justru berat badan menurun dan cepat mengantuk. Orang dengan gejala seperti ini, enggak bakal ke dokter. Karena dikira wajar,” katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Diabetes adalah sebuah kondisi banyaknya kadar gula di dalam darah. Normalnya seseorang memiliki kadar gula darah 80-140 mg/dl dalam darah. Di dalam darah, kadar gula darah fluktuatif. Misalnya usai makan, kadar gula darah tinggi namun dapat kembali normal setelah dua jam pada orang dengan gula darah normal.

“Berbeda jika seseorang kena diabetes. Lalu saat stres, kadar gula darah itu bisa tinggi. Manajemen stres juga perlu dilakukan,” kata Yulia.

Yulia mengingatkan jangan sampai masyarakat tersadar saat komplikasi datang. Misalnya saat sudah terkena gagal ginjal. Atau bahkan baru sadar hingga mengalami kecacatan dan meninggal dunia.

“Cek gula darah, health literasi, dan kesadaran masih kurang. Sudah kena baru peduli,” jelasnya.

Jika seseorang sudah sampai mengalami komplikasi gagal ginjal, maka mereka harus cuci darah seminggu dua kali. Jika tidak ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, maka sekali cuci darah bisa merogoh Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta.

“Sebab jika tak cuci darah, bisa bahaya karena ada racun yang harus dikeluarkan. Selain sudah tak bisa kencing, cairan numpuk di badan. Pada pasien gagal ginjal, sel darah merah turun. HB kurang,” paparnya.

Yulia mengimbau diabetes bisa dicegah komplikasinya atau diperlambat. Yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan, kesadaran tinggi, dan jauhi pola hidup tak sehat.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar