Demi 22 Menit, Ario Bayu Jalani Beratnya Pelatihan Jadi Polisi

Posted on

JawaPos.com – Berperan sebagai polisi khusus yang menangani kasus terorisme merupakan pengalaman baru bagi aktor Ario Bayu. Bahkan, demi perannya sebagai Ardi di film 22 Menit, pria 33 tahun ini harus mengikuti pelatihan khusus selama 1 bulan.

“Kita ada semacam booth camp bersama teman-teman di kepolisian, di gegana dan densus. Mereka melatih saya banget sampai akhirnya saya tahu gimana caranya memegang berbagai senjata sama taktis di kepolisian. Ada 1 bulan lebih untuk mempelajari hal-hal itu,” kata Ario Bayu saat ditemui saat peluncuran trailer film 22 Menit di kawasan Jakarta Barat, Kamis (7/6).

Meskipun berat, suami dari Valentine Payen ini mengaku sangat senang. Sebab, melalui pelatihan tersebut, dia mendapatkan banyak ilmu baru. Mulai dari mengenal berbagai macam senjata api sampai menggunakannya dengan benar.


22 Menit The Movie Trailer & Behind The Scene HD
(YouTube/deesable)

“Saya dilatih menembak peluru asli, belajar strategi taktik dengan asli. Jadi, simulasi-simulasinya itu ril. Saya betul-betul pelajari apa yang dipelajari polisi asli. Itu keren banget sih dan itu super fun,” ungkapnya.

Kemudian, dengan bermain dalam film besutan Eugene Panji dan Myrna Paramita ini, Ario akhirnya mengaku tahu betapa beratnya menjadi seorang polisi. Oleh karena itu, dia sangat mengapresiasi semua petugas kepolisian yang siap siaga 24 menjaga keamanan.

“Saya memberi dedikasi temen-temen (polisi) di lapangan, gokil. Mereka 100 persen menjaga keamanan Indonesia. Selepas dari seragamnya, mereka juga manusia yang keren semua,” imbuhnya.

Sebelumnya, Eugene dan Mryna memang mengatakan bahwa mereka tidak ingin membuat film asal-asalan. Oleh karena itu, pelatihan langsung dengan kepolisian diperlukan agar mengetahui dengan pasti SOP (standar operasional prosedur) mereka. Apalagi, dalam mengatasi situasi genting, seperti aksi teror.

Sebagaimana diketahui, Ario Bayu berperan sebagai Ardi, anggota unit anti terorisme yang turun langsung mentralisir aksi teror bom di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 silam. Namun, dalam menjalankan tugasnya tersebut, ternyata tidak mudah.

Situasi menjadi genting dan mencekam. Aksi tembak-menembak hingga ledakan bom susulan, membuat dia dan anggotanya harus mempertaruhkan nyawa demi mengamankan ibu kota. Namun, dari upaya pentralisiran selama 22 menit tersebut, akhirnya mengubah hidup banyak orang untuk selamanya.

Penasaran dengan aksi Ario Bayu, Mathias Mucus, Ade Firman Hakim, hingga Kapolri Tito Karnavian? Jangan lewatkan 22 Menit yang mulai tayang pada 19 Juli 2018 mendatang.

video

(str/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar