Di Bone, Camat dan Kepala Desa Keciprat Zakat Fitrah, Ini Penjelasan Baznas

Posted on

Laporan Wartawan TribunBone.com, Justang Muh 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG – Hasil Keputusan Rapat Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone, nomor 053/BAZNAS-BN/VI/2018 tentang Presentase Penyaluran Zakat Fitrah Disetiap Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kabupaten Bone tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi menimbulkan polemik.

Pasalnya, dalam keputusan tersebut disebutkan camat, kepala Kantor Urusan Agama(KUA) hingga kepala desa/lurah  merupakan salah satu penerima zakat.

Disebutkan persentase penerima zakat fitrah yakni Fakir Miskin sebanyak 50% , Ibnusabil dan Muallaf sebanyak 10%.

Kemudian, Camat dan kepala KUA bakal menerima zakat sebesar 2,5 persen dari persentase pembagian. Sedangkan kepala desa dan lurah menerima zakat 5 persen.

Ketua Baznas Bone, H Zainal yang dikonfirmasi Tribunbone.com terkait pembagian tersebut menjelaskan alasan dirinya memasukkan camat hingga kepala desa sebagai salah satu penerima zakat.

Baca: Segini Takaran Zakat Fitrah dan Infaq di Masjid-masjid Toraja Utara

Baca: Baznas Mamuju Salurkan Zakat Fitrah untuk 2 Ribu Lebih Kaum Dhuafa

Ia menceritakan awalnya pembagian presentase penyaluran Zakat Fitrah lantaran adanya desakan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa-desa.

“Dalam rapat di Baznas pada 6 Juni 2018 diputuskan persentase penerima zakat, fakir miskin harus 50 persen, kemudian Ibnusabil dan Muallaf sebanyak 10 persen,” kata H Zainal kepada tribunbone.com, Minggu (10/6/2018).

Terkait adanya camat hingga kepala desa sebagai salah satu penerima zakat, H Zainal menyebutkan mereka termasuk dalam kategori amil atau pengumpul zakat.

“Diketahui salah satu yang berhak dari 8 golongan menerima zakat itu adalah amil atau pengumpul zakat. Amil di sini terbagi atas tiga yakni pengawas, panitia, dan seksi pengumpulan,” jelasnya.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar