Dikelilingi Bahan Peledak, Donny Alamsyah Sulit Fokus Karena Raka

Posted on

JawaPos.com – Bermain dalam film komedi bersama tokoh karakter Raka (Pandji Pragiwaksono) dirasakan aktor laga Donny Alamsyah merupakan sebuah tantangan tersendiri. Sebab, dia harus berakting serius, sementara tingkah laku dan celotehan Raka selalu memancingnya untuk tertawa.

“Sering retake gara-gara ketawa,” kata Donny menceritakan pengalaman syuting film Insya Allah Sah! 2, di kantor Jawa Pos, Jakarta, Senin (4/6).

Apalagi, lanjutnya, memainkan peran buronan dituntut untuk terus berkonsentrasi. Sebab, ada satu adegan yang melibatkan banyak bahan peledak. Jadi, dia dan Raka berada di dalam mobil yang banyak dipasangi bahan peledak. Oleh karena itu, harus tetap fokus meskipun tingkah laku Raka menggelikan.


Insya Allah SAH! 2 – Official trailer
(YouTube/MD Pictures)

“Berusaha untuk konsen susahnya (karena Raka melucu). Padahal, saat syuting adegan di mobil di kelilingi bahan peledak. Di pintu mobil ada tulisan ‘jangan dipegang karena bisa meledak’,” ceritanya.

Hal senada dikatakan Nirina Zubir. Berperan sebagai kapten polisi, dia dituntut untuk serius. Namun, celotehan Raka membuatnya selalu ingin tertawa.

“Raka paling nyebelin. Karakternya (saya) serius, tiba-tiba ada dia (Raka). Jadinya, nahan ketawa,” ungkap Nirina.

Selebihnya, Nirina mengaku tidak mengalami kesulitan syuting film yang memadukan unsur drama, komedi, religi, dan aksi besutan Anggy Umbara ini.

“Tantangannya paling nahan ketawa sama cuacanya, suka hujan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Raka kembali beraksi. Di Insya Allah Sah! 2, dia terlibat dalam masalah yang lebih pelik, yakni membantu Gani (Donny Alamsyah) meloloskan diri kejaran penjahat sadis dan juga membalas dendam pada sahabatnya.

Selain itu, Raka juga harus membuat hubungan Gani dan sang kekasih Mutia (Luna Maya) menjadi sah secara agama. Penasaran bagaimana aksi lucu Raka, jangan lewatkan Insya Allah Sah! 2, mulai 15 Juni 2018.

video

(str/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar