Dinkes: Data stunting di Mamuju 38,2 persen

Posted on

Mamuju (Antaranews Sulsel) – Data riset kesehatan Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, menunjukkan prevalensi stunting 38,2 persen dan prevalensi wasting mencapai 10,1 persen, kata Kepala Dinas Kesehatan Sulbar Ahmad Azis.

“Berdasarkan data tersebut maka menunjukkan Kabupaten Mamuju berada pada level akut kronik karena masalah stunting sudah di atas 20 persen dan wasting di atas lima persen,” kata dia di Mamuju, Sabtu.

Pada 2017 secara nasional, katanya, Provinsi Sulawesi Barat dengan prevalensi stunting 40,0 persen dan prevalensi wasting 8,9 persen.

Ia mengemukakan tentang kebutuhan penanganan atau model intervensi yang tepat dan membutuhkan dukungan dari lintas sektor dan lintas program dalam upaya penanggulangan masalah itu, baik upaya spesifik 30 persen maupun upaya sensitif 70 persen dari lintas sektor.

Riset kesehatan dasar pada 2013, katanya, mencatat prevalensi stunting nasional 37,2 persen, meningkat daripada 2010 yang 35,6 persen, sedangkan pada 2007 mencapai 36,8 persen.

Dengan demikian, katanya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia atau satu dari tiga anak Indonesia.

Menurut dia, prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar 35 persen, Vietnam 23 persen, dan Thailand 15 persen.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Stunting terjadi mulai janin atau masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Ia mengatakan kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

“Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia, dan Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting,” kata dia.

Ia mengatakan lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar