Dipilih Jadi Dirut BEI Baru, Begini Langkah Pertama Inarno Djayadi

Posted on

JawaPos.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menunjuk Inarno Djayadi sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021 pada Jumat (22/6) lalu, menggantikan posisi sebelumnya yang dijabat oleh Tito Sulistio sejak 25 Juni 2015.

Pria kelahiran Yogjakarta 55 tahun silam tersebut merupakan Komisaris BEI sejak Juni 2017. Inarno memulai kariernya sebagai Treassury Officer di PT Bank Uppindo pada tahun 1989. Kemudian menjadi Direktur di PT Aspac Upindo Sekuritas pada 1991 – 1997. Direktur di PT Mitra Duta Sekuritas pada 1997 – 1999. Direktur di PT Widari Securities pada 1999.

Dia juga pernah menjadi Presiden Direktur di PT Madani Securities pada 2000 – 2003. Presiden Direktur di PT KPEI 2003 – 2009. Komisaris PT KPEI pada 2013 – 2016. Presiden Komisaris di PT KPEI pada tahun 2013 – 2016. Presiden Komisaris di PT Maybank Kim Eng Securities pada tahun 2013 – 2014.

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (DOK. ISSAK RAMADHAN/JAWAPOS.COM)

Kini, lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1988 ini, masih menjabat sebagai Presiden Komisaris PT CIMB Sekuritas Indonesia.

Langkah pertamanya dalam dalam menduduki jabatan barunya, Inarno mengaku akan bertemu terlebih dahulu dengan seluruh tim untuk merumuskan rencana-rencana dan strategi kedepan untuk membangun pasar modal tanah air.

“Ini kan baru Jumat malam diumumkan ya, saya juga belum ketemu sama tim. Jadi perlu ketemu dulu untuk merumuskan rencana-rencana, karena ngga bisa daru sisi saya aja. Ini kan tim gabungan jadi harus ketemu dulu,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (24/6).

Inarno mengatakan, dalam kepemimpinannya membangun pasar modal, pihaknya akan meneruskan dan meningkatkan pendalaman pasar modal yang sudah terlaksana sebelumnya seperti literasi dan edukasi, serta sosialisasi kepada masyarakat.

“Mengenai masalah yang perlu keputusan dam perlu dieksekusi OJK pada direksi yang lama, Kita kawal kalau bisa sesuai jadwal,” imbuhnya.

Inarno memandang, pasar modal Indonesia masih memiliki potensi yang besar. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini menyusut, hal tersebut masih terbilang wajar lantaran terpengaruh dari semtimen pasar dunia.

Namun, terdapat banyak peluang yang dapat ditingkatkan, seperti sudah membaiknya frekuensi perdagangan, meningkatnya investor dalam negeri, dan perusahaan yang berminat mencatatkan sahamnya di lantai bursa pun masih banyak.

“Kedeoannya kita akan pendalaman pasar, produk di perbanyak, likuiditas kita tingkatkan investor tingkatkan. Dasar dari bursa intinya kesana juga,” tuturnya.

Seperti diketahui, OJK juga telah menetapkan nama-nama yang akan menduduki kurus kepemimpinan BEI yang baru periode 2018-2021, yaitu, diantaranya :

Direktur Penilaian Perusahan: IGD N Yetna Setia

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa: Laksono Widito Widodo

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Kristian Sihar Manullang

Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Fithri Hadi

Direktur Pengembangan: Hasan Fawzi

Direktur Keuangan dan SDM: Risa Effennita Rustam

OJK masih akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BEI pada Senin, 25 Juni 2018. Namun rencana OJK itu ditunda dan akan dilaksanakan pada Jumat, 29 Juni 2018.

“RUPS nanti akan kita paparkan tugas masing-masing dan rencana kedepan seperti apa,” tandasnya.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar