Fakta di Balik Nikmatnya Roti, Ahli Gizi: Seperti Makan Gula

Posted on

JawaPos.com – Masyarakat urban paling akrab dengan roti. Manis, gurih, legit, dan praktis membuat roti menjadi primadona. Tak heran toko-toko roti selalu diserbu pengunjung.

Roti juga paling mudah untuk sarapan. Akan tetapi, tahukah bahwa roti juga karbohidrat dan mengandung gluten yang bisa meningkatkan gula darah? Roti juga mengandung Glikemik Indeks cukup tinggi selain nasi. Banyak jenis roti yang dapat dipilih.

Roti yang baru dipanggang beserta tomat dan mozzarella hingga ayam panggang menjadi sandwich yang menggoda. Dilansir dari Pop Sugar, Jumat (1/6), ada fakta-fakta di balik roti menurut ahli gizi.

Roti putih tidak memiliki protein atau serat, sehingga mudah dicerna dan diserap dengan sangat cepat. (Istimewa)

“Ketika makan roti putih, itu seperti Anda makan gula,” kata Ahli Diet di One on One Fitness Consultants, Paige Whitmire, RD, LDN.

Roti putih tidak memiliki protein atau serat, sehingga dicerna dan diserap dengan sangat cepat. Maka bisa meningkatkan dan merusak gula darah. Sehingga jika berlebihan bisa menyebabkan diabetes dan obesitas.

“Dalam proses pembuatan roti putih, biji-bijian tersebut dilucuti dari lapisan yang kaya nutrisi, salah satunya adalah kulit terluarnya yang disebut bran,” paparnya.

Dia mengatakan proses pembuatan roti putih membuat semua vitamin dan serat hilang. Biasanya justru menambahkan tepung secara sintetis. Sehingga itulah yang menyebabkan roti bisa awet.

Pilihan Roti yang Sehat

Maka, roti apa yang harus saya makan? “Memilih roti gandum utuh akan lebih banyak serat, protein, vitamin, dan mineral daripada roti putih,” kata Whitmire.

Biji-bijian utuh memiliki lapisan padat nutrisi yang menyediakan protein dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk menstabilkan gula darah. “Setiap kali memilih roti putih, maka bisa meningkatkan gula darahmu lebih dari roti gandum,” katanya.

Whitmire menekankan lonjakan yang cepat dan tabrakan pada gula darah dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, yakni diabetes dan kenaikan berat badan.

Karbohidrat adalah sumber bahan bakar nomor satu tubuh dan satu-satunya sumber bahan bakar untuk otak. Itulah mengapa ketika orang melakukan diet rendah karbohidrat, mereka merasa seperti lelah, dan tidak bisa fokus. Whitmire menjelaskan tanpa karbohidrat, tubuh akan mulai memecah jaringan otot dan lemak untuk energi.

Tapi ingat, roti bukanlah satu-satunya pilihan karbohidrat. Upayakan variasi dengan mengonsumsi oatmeal, quinoa, buah-buahan, dan sayuran.

“Roti pasti bisa menjadi pilihan karbohidrat yang baik, tetapi makan roti bukan sebagai satu-satunya sumber karbohidrat mereka sepanjang hari,” katanya.

Berapa banyak roti yang dikonsumsi pun itu tergantung pada profil kesehatan seseorang. Intinya gizi seimbang tetap harus menjadi pedoman yang harus dikonsumsi tubuh.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar