Fasilitas Kapal Ternak Milik ASDP Tak Bikin Peternak Rugi | JawaPos.com

Posted on

JawaPos.com – PT ASDP Ferry (Persero) telah mengoperasikan kapal ternak dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Tanjung Priok. Perseroan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam rangka meningkatkan stabilitas pangan.

Direktur Utama ASDP Ferry Ira Puspadewi menjelaskan, dalam hal ini Kemenhub sesuai dengan Permen Nomor PM 30 Tahun 2018 memberikan subsidi pengoperasian kapal ternak. Subsidi tersebut sebagai pengganti biaya arus balik dari Tanjung Priok ke NTT.

Ira mengatakan, tarif yang dikenakan pun lebih murah dibandingkan dengan jalur darat dengan rentang harga Rp 100 ribu hingga Rp 793.200 yang berlayar dari pelabuhan Kupang, Wini, Atapupu, hingga Tanjung Priok.

Dalam pengoperasian kapal ternak, perseroan juga memperhitungkan fasilitas kenyamanan ternak agar berat badan ternak tidak berkurang saat sampai di tujuan yang disebabkan oleh stres. Pasalnya, harga jual ternak yang dipasarkan dihitung setiap kilonya. Jika berat badan di pelabuhan tujuan berkurang, maka berkurang juga harga jualnya. Hal itu merugikan penjual.

“Kapal ini disubsidi sehingga bagi pedagang lebih murah dan tidak ada penurunan berat. Dua minggu lalu berjalan. Satu minggu dua kapal,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Merak-Bakauheni, seperti diberitakan Kamis (26/7).

Baca Juga :  Inalum Pastikan Akuisisi Saham Freeport Pakai Utang dari Asing | JawaPos.com

Ira membeberkan, fasilitas kapal ternak tersebut meliputi blower system. Kapal dilengkapi dengan sistem ventilator pada setiap ruangan ternak deck A, deck B, deck C dan deck D untuk menetralisir gas amoniak yang ditimbulkan dari kotoran hewan.

Kemudian, Sewage System, sistem pembuangan kotoran yang disiapkan pada ujung kandang ternak akan dilokalisir pada tempat pembuangan khusus.

Lalu, ada feeding system adalah sistem permakanan yang menggunakan secara manual guna kebutuhan ternak selama perjalanan. Water System yang dilengkapi secara otomatis yang diletakkan di setiap kandang ternak, yaitu air keluar dengan sendirinya setelah habis.

Disamping itu, ada ruang medis dan karantina yang disiapkan khusus ternak yang sakit, stres atau depresi, petugasnya adalah manteri dan dokter hewan. Akomodasi Ruang Penumpang untuk Perawat Ternak dengan kapasitas 32 penumpang.

Terakhir, ada pintu embarkasi dan debarkasi hewan. Pintu yang sudah disesuaikan dengan pasang surut pelabuhan yang akan disinggahi kapal dan disiapkan tangga portable yang memungkinkan akses ternak dari kapal langsung ke truk pengangkut ternak.

Baca Juga :  Lembong: Startup Indonesia Sejajar Dengan Startup Uni Eropa | JawaPos.com

Ira menyebut, selama pengoperasian muncul banyak permintaan. Dengan demikian, pihaknya berencana akan memperhitungkan untuk melakukan armada penambahan kapal ternak.

“Antrean banyak. Jumlah kapal dua yang disubsidi itu ongkos dari Jakarta ke NTT dan NTB tapi kita mencari potensi bisnis supaya tidak ada subsidi,” pungkasnya.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar