Gerojok Premium 4,3 Juta Kiloliter untuk Arus Mudik

Posted on

JawaPos.com – Pemerintah mengantisipasi menurunnya daya beli masyarakat dengan menyalurkan BBM jenis premium. Dilakukan di 571 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di Jawa, Madura, dan Bali. Total, pemerintah mengalokasikan 4,3 juta kiloliter untuk periode akhir Mei hingga Desember Premium bisa didapatkan di SPBU di ruas tol maupun nontol. Dengan demikian, pemudik bisa lebih mudah mendapatkannya.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa menyatakan, di antara 571 SPBU, sudah ada enam SPBU yang telah berkomitmen menyalurkan kembali premium. Dua SPBU di antaranya berada di rest area jalan tol Cipali Km 102 dan 101. Empat lainnya ada di luar jalan tol di Purwakarta dan Jogjakarta.

“Intinya, H-7 insya Allah sudah siap semua. Mudik bisa senang gembira dengan pilihan bisa menggunakan premium bagi yang tidak mampu, yang mampu pakai pertamax, pertalite ke atas,” terang Ifan, sapaan Fanshurullah, di rest area tol Cipali Km 102 kemarin (1/6).

Petugas di atas Mobile Dispenser di SPBU 33.41201 Rest Area KM 102 Cipali, Jawa Barat, Jumat (1/6). Pemerintah memastikan premium ada di jalur mudik (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Total pasokan premium yang disalurkan Pertamina ke enam SPBU itu mencapai 60 ribu kiloliter per hari. Sebanyak 565 SPBU lainnya diyakini Ifan bisa menjual premium karena semua punya dua tangki yang diisi pertalite. “Satu tangki (pertalite) tinggal dikuras, dibersihkan, dan kembali diisi premium,” ucapnya.

Total, untuk 571 SPBU tersebut, premium yang disiapkan setiap hari mencapai 11.420 kiloliter. Dengan jumlah yang begitu banyak, Pertamina harus melakukan impor premium 160 ribu kiloliter untuk menambah pasokan. Itu setara dengan 10 persen dari total impor premium yang mencapai 1,6 juta kiloliter per tahun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyatakan, keputusan pemerintah menggerojokkan premium ke pasar bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Sebanyak 60 per­sen dari sektor transportasi dan masyarakat banyak mudik di Jawa,” ujarnya.

Meski ketersediaan BBM sudah terjamin di SPBU, Djoko berpesan agar masyarakat mengisi pe­nuh BBM sebelum berangkat mudik. Tujuannya adalah menghindari antrean dan kemacetan di lokasi SPBU.

Selain menjual kembali pre­mium, Pertamina menambah pasokan BBM di 7.600 SPBU yang dilalui pemudik. Tambahan pasokan mencapai 15 persen jika dibandingkan dengan pada periode Lebaran tahun lalu.

Selain SPBU, Pertamina menyalurkan BBM melalui 60 titik kios BBM kemasan atau KiosK Pertamax. Sebanyak 54 titik ber­ada di Jawa dan 6 titik di Sumatera. KiosK Pertamax akan beroperasi mulai H-15 arus mudik atau tanggal 31 Mei hingga 28 Juni yang menyediakan BBM jenis pertamax dan pertamina dex. Di Pulau Jawa tersebar di Jawa Barat sebanyak 23 titik, Jawa Tengah dan DIJ 25 titik, serta Jawa Timur 10 titik.

Pertamina juga menyediakan mobile dispenser di 16 titik jalur mudik. Terutama di rest area jalan tol yang tidak ada SPBU-nya. Tahun ini pihaknya juga menyiapkan 200 motor untuk mengantisipasi distribusi BBM saat terjadi kemacetan. Sebanyak 200 motor tersebut akan mendistribusikan BBM seperti pertamax, pertamax dex, dan premium. Serta tidak hanya melayani di jalan tol, tapi juga di jalur nontol.

Direktur Logistik Supply Chain Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Gandhi Sriwidodo mengatakan, kunci keberhasilan Pertamina saat mengantisipasi pasokan BBM di Brexit adalah distribusi lewat motor lantaran bisa menembus kemacetan. “Jika kehabisan BBM di jalan tol akan memperparah kemacetan. Motor-motor inilah yang mendatangi pemudik yang kehabisan BBM saat di tengah kemacetan,” terangnya.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan, tantangan dalam pendistribusian BBM di wilayah Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan utama pemudik adalah peningkatan konsumsi BBM serta potensi kemacetan yang diproyeksikan terjadi di exit toll Gandulan-Pemalang, Krapyak-Semarang, serta Ngasem-Kartosuro.

Secara nasional, konsumsi BBM diproyeksikan mengalami puncaknya pada 9 Juni 2018. Khusus di Jawa Tengah, puncak konsumsi BBM diprediksi terjadi pada 14 hingga 16 Juni 2018. “Pola konsumsi BBM masyarakat yang sudah tiba di kampung halamannya akan meningkat pada satu hari sebelum Lebaran hingga hari Lebaran kedua,” kata Nicke. Konsumsi tertinggi di wilayah Semarang dan sekitarnya diprediksi mencapai 6.522 kiloliter atau naik 34 persen dari kon­sumsi harian.

(vir/c9/ang)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar