Gugatan Dikabulkan, Dea Imut Trauma Kirim Barang Mahal Lewat Ekspedisi

Posted on

JawaPos.com – Setelah pekan lalu pembacaan putusan kasus perdatanya ditunda, mantan aktris cilik Dea Annisa atau biasa disapa Dea Imut bisa bernapas lega. Pasalnya, pada sidang yang digelar Kamis (31/5) ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) mengabulkan gugatan ibunya, Massayu Chairani.

“Terima kasih bahwa nomor perkara 733/Pdt.G/2017/PN.Jaksel dengan penggugat Massayu Chairani, ibunda Dea Imut dan tergugatnya adalah PT birotika Semesta atau DHL Express hari ini keputusannya dimenangkan oleh penggugat,” kata Henry Indraguna selaku kuasa hukum pihak Dea Imut di PN Jaksel, Kamis (31/5).

Hakim menilai pihak jasa ekspedisi terbukti tidak mengantarkan secara langsung paket yang berisi 1 unit kamera Canon DSLR fullset yang ditujukan kepada Suhadi atau Suko Pranoto alias Toto. Oleh karena itu, dinyatakan wanprestasi atau ingkar janji.

Dengan demikian, tergugat diwajibkan memberikan penggantian satu unit kamera Canon DSLR fullset kepada penggugat atau memberikan kerugian ganti rugi sejumlah 1 unit kamera seharga Rp 252 juta. Serta, menghukum tergugat untuk mengganti kerugian 529.358 rupiah berupa jasa pengiriman.

Baca Juga :  Ajukan Pembelaan, Fachri Albar Minta Dihukum 6 Bulan Rehabilitasi

Menanggapi keputusan tersebut, Dea Imut merasa senang. Dia mengaku lega meski mengaku trauma jika menggunakan jasa ekspedisi untuk pengiriman barang berharga.

“Senang dan lega. Setelah 7 bulan. Kita lega banget, walaupun belum sepenuhnya selesai. Kamera akan diganti, tapi ke depannya jadi trauma buat nggak ngirim barang mahal lewat ekspedisi kali ya, ngirim kacang aja lah,” kata Dea.

Meski tuntutan sudah dikabulkan, nampaknya pihak Dea imut belum puas. Dikatakan kuasa hukumnya, pekan depan rencananya mereka akan melakukan banding untuk memenuhi tuntutan seutuhnya berupa ganti rugi sewa kamera.

“Selama kamera itu hilang kami kan harus menyewa kamera, harus produksi film. Nah, untuk sewa inilah ada kerugian kurang lebih sekitar 200 jutaan atau lebih harga sewa perhari aja 7 juta. Jadi, kita banding rencananya minggu depan,” jelas Henry Indraguna.

Baca Juga :  Miris! Tidak Pede Alasan Fachri Albar Gunakan Sabu dari 2004

Menurut Dea, hal itu juga dilakukan bukan demi kerugian materiilnya. Melainkan untuk membuat efek jera agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Ya biar ada efek jera ke depannya, agar pihak ekspedisi perlakukan konsumen dengan baik dan benar, kalau kami minta dikirimkan ke alamat seseorang ya diantarkan, jangan boleh diambil, nanti kan jadi salah. Kita mah pengennya kita jadi tenang kalau mau ngirimin barang gitu,” tukas Dea.

(yln/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar