Gula Darah Tiba-tiba Anjlok Saat Berpuasa? Kenali Gejala dan Solusinya

Posted on

Hipoglikemia pada saat berpuasa rentan terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa dan terutama pada pasien diabetes berusia lanjut. Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL, meskipun pada beberapa pasien diabetes gejalanya sudah dirasakan pada kadar gula darah masih di atas 70 mg/dL.

“Gejalanya berkeringat, gelisah, gemetar, berdebar, lidah dan bibir kesemutan, penglihatan ganda. Bingung pembicaraan tak jelas, berlanjut kejang dan pingsan. Pemeriksaan gula darah kurang dari 60 mg/dl,” kata Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Sentra Medika Cisalak, dr. Tutik Fauziah, SpKFR baru-baru ini.

Ilustrasi waspada terhadap diabetes
(Pixabay.com)

Beberapa hal bisa memicu terjadinya hipoglikemia. Di antaranya, takaran insulin dan tablet obat diabetes terlalu tinggi, makan sedikit mengandung karbohidrat, terlambat atau tidak makan, aktivitas fisik berlebih, penurunan fungsi hati dan ginjal.

Maka, disarankan pasien rutin melakukan pemantauan gula darah mandiri di rumah. Caranya sebelum sahur, dua jam sesudah sahur, sebelum berbuka, dan dua jam sesudah berbuka, juga saat dirasakan adanya gejala hipoglikemia.

“Ketika berpuasa diabetisi agar melakukan tes glukosa darah mandiri. Sehingga tahu pola kasar glukoasa darahnya,” kata Tutik.

Solusi dan Cara Mengatasi Hipoglikemia

1. Segeralah berbuka puasa
2. Minum manis sampai gejala hilang. Misalnya teh manis hangat.
3. Lalu dilanjutkan dengan makan dengan porsi sesuai.
4. Berhenti minum obat diabetes
5. Konsultasi dengan dokter atau tim diabetes
6. Untuk menghindari terjadinya dehidrasi selama berpuasa, diabetisi agar minum air cukup bahkan hingga 10 gelar per hari. Namun tetap diatur waktunya jangan sampai kembung. 


(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar