Harap-harap Cemas Putusan BI, IHSG Dibuka Naik ke 5.691 Poin

Posted on

JawaPos.com – Pasar saham Indonesia jelang keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dibuka berbalik arah menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 23,84 poin atau 0,4 persen ke level 5.691,16 poin.

Sedangkan, indeks LQ45 naik 6,15 poin atau 07 persen menjadi 887,17, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,61 poin atau 0,3 persen ke 634,55, dan indeks IDX30 naik 3,53 poin atau 0,7 persen ke 482,01.

Membuka perdagangan Jumat (29/6), ada 57 saham menguat, 13 saham melemah, dan 51 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 34,16 miliar dari 16,90 juta lembar saham diperdagangkan.

Mayoritas sektor penggerak IHSG menguat, dengan sektor aneka industri memimpin kenaikan hingga 0,6 persen. Sementara sektor infrastruktur melemah sebesar 0,1 persen.

Menurut Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, IHSG diperkirakan kembali dibatasi oleh tren depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS, sehingga investor disarankan untuk melakukan buy on weakness (BoW).

“Pelemahan Rupiah akibat penguatan Dolar AS secara regional membatasi ruang gerak IHSG, sehingga pasar masih relatif terjebak ke dalam tren menurun,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/6).

Yuganur menyarankan, pada kondisi tersebut sebaiknya para trader melakukan trading jangka pendek dengan membeli pada penurunan harian ke support dan zone jenuh jual (oversold), selanjutnya menjual pada saat terjadi reli minor.

Di tengah potensi pelemahan lanjutan pada laju IHSG hari ini, Yuganur merekomendasikan empat saham yang bisa dimainkan pelaku pasar, yakni:

1. PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan target profit taking di kisaran Rp 32.500-33.500, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 30.200 dan Rp 29.500, disarankan cut-loss pada posisi Rp 28.000.

2. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dengan target profit taking di kisaran Rp 3.750-3.850, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 3.390 dan Rp 3.290, disarankan cut-loss pada posisi Rp 3.190.

3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dengan target profit taking di kisaran Rp 870-890, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 815 dan Rp 805, disarankan cut-loss pada posisi Rp 795.

4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dengan target profit taking di kisaran Rp 6.700-6.900, memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 6.350 dan Rp 6.275, disarankan cut-loss pada posisi Rp 6.175.

(ce1/mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar