Harga Daging Ayam Meroket, Mendag: Dipicu Minim Suplai

Posted on

JawaPos.com – Meski terpantau stabil, per Rabu (23/5) harga daging ayam di Jakarta masih cukup tinggi. Dikutip dari situs infopanganjakarta.go.id harga daging ayam tertinggi terjadi di Pasar Pademangan Timur. 

Harga daging ayam mencapai Rp 50.000 per ekor. Sementara harga daging ayam terendah ada di Pasar Pal Meriam dengan harga Rp 25.000/ekor. Sampai dengan Rabu (23/5) harga rata-rata daging ayam di Jakarta mencapai Rp 35.950/ekor.

Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga daging ayam mengalami kenaikan karena suplainya berkurang. Dia mengatakan dari pantauan pasar yang dilakukan pihaknya suplai daging ayam di pasar hanya mencukupi 30 hingga 40 persen total kebutuhan.

“Kenaikan itu karena suplai berkurang. Kami semua turun ke pasar, disuplai sekitar 30-40 persen dari total kebutuhan,” jelas Enggar di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (23/5).

Enggar menilai ayam hidup atau live bird itu tidak bisa ditahan. Karena harga pakan juga tinggi. Sedangkan kalau daging ayam yang disimpan terlalu lama juga akan menambah biaya sehingga harus dilepas. Artinya, harga yang tinggi menunjukkan sisi suplai yang berkurang.

“Jangan ditanya kenapa suplai berkurang, pokoknya suplai berkurang di pasar,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya telah mengundang para integrator dan peternak mandiri, dan memberikan waktu selama satu minggu untuk dapat menurunkan harga daging ayam.

“Mereka kami kasih waktu dalam satu minggu turunkan harga itu. Sudah dari kemarin. Harganya sudah turun tapi terlalu kecil, makanya kami panggil lagi integrator untuk suplai, gerojokin (gelontorkan) itu,” terangnya.

(uji/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar