Hati-hati Microsleep, Penyebab Kecelakaan Saat Mudik Lebaran

Posted on

JawaPos.com – Periode mudik untuk menyambut hari raya Idul Fitri 2018 telah dimulai. Banyak pemudik yang memutuskan perjalanannya menggunakan mobil pribadi dan berkendara sendiri dibandingkan memakai moda transportasi lain. Hal tersebut guna memudahkan perjalanannya di kota tujuan.

Namun demikian, perlu diperhatikan Resiko yang kerap terjadi saat menyetir. Para pemudik hendaknya mewaspadai microsleep atau tertidur secara tiba-tiba namun hanya dalam waktu yang sangat singkat. Saat hal ini terjadi, otak masih merasakan kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga.

Mengutip dari situs hellosehat.com, microsleep adalah suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Kejadian microsleep pada umumnya hanya berlangsung sekitar satu detik hingga dua menit, namun durasi tersebut dapat bertambah lama jika seseorang benar-benar memasuki kondisi tidur.

Microsleep sering terjadi saat seseorang berkendara dan memicu terjadinya kecelakaan. Pasalnya, seseorang yang mengalami microsleep tidak menyadari jika dirinya tertidur atau akan memasuki kondisi tidur, kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong.

Baca Juga :  Lurus, Mulus, Waspadai Kecelakaan di Tol Cipali

Microsleep juga ditandai dengan gerakan kepala seperti mengangguk dan mengedipkan mata yang terlalu sering serta tidak dapat mengingat hal yang terjadi satu pada beberapa menit sebelumnya. Setelah tertidur, seseorang yang mengalami microsleep sering terbangun dengan perasaan lebih segar dalam waktu yang singkat.

Microsleep dapat menyebabkan kecelakaan

Hal ini tentu saja akan sangat berbahaya saat kita kehilangan kesadaran saat sedang mengendarai kendaraan karena tidak dapat mengontrol arah dan laju kendaraan. Pada kenyataanya, tertidur saat sedang berkendara adalah penyebab umum kecelakaan lalu lintas.

Namun hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi otak saat kekurangan tidur yang menyebabkan seseorang menjadi lebih tidak sabaran, sulit mengambil keputusan dan menurunkan kemampuan dalam beraktivitas.

Baca Juga :  Berharap Sentimen Positif Dorong Penguatan Rupiah di Akhir Pekan

Tidak hanya merugikan secara finansial, kecelakaan akibat mengantuk sering kali menyebabkan kematian banyak orang. Fenomena microsleep sendiri pernah tercatat sebagai penyebab utama human error pada tragedi di dunia pada tahun 1980-an, di antaranya ledakan nuklir di Chernobyl, kebocoran minyak kapal Exxon Valdez di Alaska, dan tragedi pesawat luar angkasa NASA.

(mys/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar