Hina Institusi Polri, Remaja Ini Berurusan dengan Polisi

Posted on

MAKASSAR – Seorang remaja, ISN (14), warga Jalan Taman Makam Pahlawan, BTN Paropo Blok A1,‎ Kota Makassar terpaksa harus berurusan dengan aparat Polrestabes Makassar. Dia diringkus berdasarkan laporan LP/158/V/2018/Polda Sulsel/Restabes Makassar, tanggal 24 Mei 2018. Laporan yang menyeret anak baru gedean (ABG) ini lantaran ‎menulis ujaran kebencian berupa penghinaan terhadap institusi Polri di akun Facebook miliknya.

Remaja itu di akun Facebook menuliskan “Inimi tallacoa yang sering mapparicu kalau ada balap; fuck the Police”. Tulisan tersebut dia unggah di akun Facebook di Warnet Pandora Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, Minggu, (20/5/2018).

Hal tersebut diungkapkan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, Minggu (27/5/018). Diakatkannya, pelaku ISN diamankan berdasarkan perbuatannya dengan sengaja menulis ujaran kebencian terhadap institusi Polri dengan berdialek Makassar yang artinya bersifat penghinaan.

“Arti dari tulisannya itu ia menulis ujaran kebencian dengan nada geram dalam bahasa kental Bugis Makassar ‎yang diartikan sangat tak pantas dilontarkan. Nada tulisannya itu ia marah jika petugas kepolisian membubarkan aksi para pelaku balapan liar,” ujar Irwan Anwar.

Baca Juga :  Berita Kota Makassar | Terbiasa Sahur dengan Sambal dan Nasi

Terkait dengan tulisan ujaran kebencian tentu disebutkan dalam pasal tersebut bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yanng memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik dihukum dengan pidana penjara 4 tahun (vide pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

‎Menurut Kapolrestabes Makassar, sebelum pelaku diamankan, pihaknya terlebih dulu melakukan koordinasi dan meminta keterangan ahli IT, ahli Bahasa Indonesia dan Ahli Pidana. Pihak Polrestabes juga berkoordinasi dengan balai pemasyarakat untuk ‎dilakukan penelitian terhadap yang bersangkutan.

“Hasil koordinasi kami, pelaku tidak dilakukan penahanan mengingat masih berusia 14 tahun. Hal itu dilakukan agar remaja ini tidak mengalami diversi‎,” terang Kapolrestabes Makassar.

Baca Juga :  Begal HP Warga, Buruh Bangunan Ini Masuk Bui

Adapun ancaman terhadap pelaku yang melakukan ujaran kebencian lewat media sosial tambah Irwan Anwar, itu ‎ancaman hukumannya 4 tahun. Tapi karena remaja tersebut dijamin oleh orang tuanya bahwa anaknya tidak akan melarikan diri, sehingga pihaknya tidak menahan ISN.

“Anak tersebut hanya diberi perjanjian tertulis dan tidak mengulangi perbuatannya. Kemudian ISN juga saat proses pemeriksaan tidak menghilangkan barang bukti (vide pasal 32 UU Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistim peradilan pidana anak (SPPA). (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar