Hino R260 Masih Merajai Segmen Bus Besar Bermesin Belakang

Posted on

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Bus Hino R260 masih merajai segmen bus besar bermesin belakang di pasar Indonesia sepanjang semester pertama tahun 2018 ini.

“Penjualan bus kita masih dominan, saat ini di R260. Sementara penjualan bus RN (Hino RN285) masih belum banyak,” ungkap Santiko Wardoyo, Direktur Sales dan Promosi PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menjawab pertanyaan Tribunnews di Jakarta, baru-baru ini.

Santiko menjelaskan, penjualan Hino di segmen bus selama Januari-Mei 2018 naik tipis sekitar 5 persen dibanding periode sama tahun 2017 lalu dengan total bus Hino terjual mencapai 621 unit.

Di januari-Mei 2017, Hino menjual bus (berbagai tipe) sebanyak 589 unit. “Sekarang naik sekitar 5 persen. Kalau di bus. pemain dominannya kita,” ujar Santiko.  

Total unit terjual sebanyak 621 ini, selain ditopang oleh chassis bus Hino R260 sebagai kontributor utama penjualan, juga dikontrubusi oleh penjualan chassis bus Hino RN285 (bus mesin belakang), dan juga penjualan bus ukuran medium berkapasitas 30 tempat duduk Hino FB130 (bus bermesin depan), serta penjualan bus midi berkapasitas 40 tempat duduk, Hino FC190 (bus bermesin depan).

Baca: Hino Ranger Kuasai 61 Persen Pasar Truk Medium Duty Sepanjang Januari-Mei 2018

Baca: Saat Ditabrak Bus Sumber Alam di Baranangsiang, Dr Rizaldi Hutanto dalam Perjalanan ke Klinik

Hino juga memasarkan chassis bus Hino A215 (bus besar bermesin depan), microbus Hino 110 SDBL berbasis Hino Dutro dengan akapasitas angkut 14 tempat duduk dan bus medium Hino 130 MDBL dengan kapasitas 25 tempat duduk.

Selain itu, Hino juga memasarkan varian terbaru Hino RN 285 transmisi matik yang baru diperkenalkan di bulan Desember 2017.
Seluruh line up ini membuat Hino memiliki varian terlengkap untuk berbagai macam bisnis seperti bus antar kota antar propinsi, bus dalam kota, bus pariwisata, bus antar jemput karyawan, shuttle bus sampai bus rapid transit (BRT),” ungkap Santiko.

Di GIIAS 2018  nanti, lanjut Santiko, Hino akan memajang varian bus Hino RN285 transmisi otomatis.

“Agar permintaan dari pasar naik. Sementara, customer Indonesia saat ini memang masih lebih condong pakai chassis R260,” ungkap Santiko Wardoyo.



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar