Hoax Berdampak ke Mitra dan Pelanggan, Go-Jek Lapor Polisi

Posted on

”Laporan Go-Jek ke Polda tepat karena secara jangka menengah dan panjang, untuk pembelajaran bagi masyarakat dalam menyikapi sesuatu yang bersifat hoax,” Guru Besar Ekonomi Keuangan IPMI International Business School, Roy Sembel kepada pers di Jakarta, Kamis (17/5).

Go-Jek melaporkan hoax soal beredarnya pesan berantai via whatapp terkait makanan yang dipesan lewat Go-Food dibubuhi racun yang menyebabkan kerugian pada mitra driver dan pelaggan.

Selain bagus dari sisi kepastian hukum, menurut Roy, langkah itu juga bagus karena bertujuan untuk menjaga bisnis perorangan atau perusahaan dari perbuatan serupa. ”Dari hal-hal atau perbuatan dan informasi hoax,” tegasnya.

Dalam konteks laporan Go-Jek melalui Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (17/5), dinilai Roy sebagai tindakan preventif dan kuratif. ”Menjaga dari dampak negatif yang lebih besar,” terusnya.

Sebagaimana diketahui, Kamis (17/5) manajemen Go-Jek telah mendatangi Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya terkait beredarnya Hoax yang menyebut anggota organisasi radikal gabung ojek online dan meracuni makanan pesanan konsumen.

Perusahaan transportasi berbasis aplikasi ini dalam posisi sebagai korban dalam laporan tersebut. Laporan dilakukan karena informasi tidak berdasarkan fakta yang meresahkan itu telah mengganggu ketenangan bekerja para mitra.


(nas/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar