Hujan Batu, Tembakan Dan Gas Air Mata Warnai Aksi Demonstrasi Pilkada Di Pinrang

Posted on

PINRANG – Aksi Unjuk Rasa (Unras) ratusan massa yang mengatasnamakan Relawan Bersalam di Kantor Panwaslu Pinrang, Sabtu (7/7/2018) siang diwarnai kericuhan. Itu disebabkan, massa yang kesal karena Ketua Panwaslu Kabupaten Pinrang, Ruslan Wadud enggan menemui mereka. 

Dari pantauan langsung lintasterkini.com di lokasi kejadian, kericuhan ini berawal saat massa yang coba meringsek merapat ke kantor Panwaslu terhalang pagar kawat berduri yang dipasang oleh petugas. Kemudian, aksi bakar bekas yang mereka lakukan juga gagal disebabkan petugas yang sudah mengantisipasi hal itu dengan menyemprotkan tabung pemadam.

Aksi kemudian berubah ricuh saat segelintir oknum massa yang brada di bagian belakang (Lorong Depan Kantor Panwaslu) melakukan pelemparan batu ke arah kantor Panwaslu dan mengenai sejumlah petugas. Menghadapi serangan tersebut, petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan bertubi-tubi ke udara serta melemparkan gas air mata ke arah kerumunan massa. Langkah antisipasi ini akhirnya massa berlarian dan lemparan batu akhirnya terhenti. 

Koordinator Lapangan aksi, Mohammad Solihin dalam orasinya dengan tegas meminta agar Panwaslu Pinrang mengeluarkan rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 723 TPS di Pilkada Pinrang. Tuntutan itu didasari akan banyaknya temuan pelanggaran yang telah dilakukan salah satu Paslon. 

“Kami meminta dilakukan PSU di 723 TPS. Kalau tuntutan kami ini tidak dikabulkan, kami akan bertahan di depan Kantor Panwaslu Pinrang,” tegas Solihin. (*)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar