Ilmuwan Temukan Fosil Monster di Rusia, Ada Karnivora Bergigi Jarum

Posted on

JawaPos.com – Para ilmuwan menemukan fosil dua spesies predator bertaring pedang di Rusia. Fosil tersebut dijuliki sebagai ‘monster mengerikan’ dari daratan Eropa.

Seperti JawaPos.com lansir dari laman Mirror, Senin (11/6), fosil keduanya ditemukan di dekat Kota Kotelnich sepanjang Sungai Vyatka di Rusia. Temuan fosil dua spesies baru predator bergigi pedang ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang evolusi awal mamalia.

Fosil pertama yang ditemukan para peneliti dijuluki sebagai Gorynychus Msyutinae. Fosil pertama itu disebut merupakan karnivora berukuran Serigala. Sementara yang kedua bernama Nochnitsa geminidens. fosil ini juga termasuk karnivora berkaki panjang dengan gigi seperti jarum.

Fosil spesies karnivora yang ditemukan di Rusia. (Mirror/Christian Kammerer)

Tak hanya menyandang sebutan ‘monster mengerikan’, kedua spesies baru ini juga disebut sebagai monster legendaris dari cerita rakyat Rusia. Sebab, menurut para peneliti penampilan mereka benar-benar mengancam jika saat ini masih hidup.

Baca Juga :  Acer Besut Laptop Superringan, Bobotnya Kurang dari 1 Kg

Selain untuk kebutuhan pengetahuan umum, temuan ini sekaligus membantu meningkatkan pemahaman para ilmuwan tentang evolusi awal mamalia setelah kepunahan Permian pertengahan, sekitar 260 juta tahun yang lalu.

Para peneliti berpendapat bahwa pada ekosistem Permian pertengahan, spesies karnivora kecil mendominasi. Hingga pada masa Permian akhir, beralih menjadi spesies raksasa, predator bergigi seukuran harimau yang sangat mendominasi kala itu.

Christian Kammerer yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa di antara kepunahan ini, ada kisah lengkap yang dapat diungkap. Kisah tersebut terkait dalam peran apa yang dimainkan karnivora di ekosistem mereka. Seolah-olah beruang tiba-tiba menjadi berukuran musang dan musang menjadi berukuran besar di tempat yang sama.

“Kotelnich adalah salah satu tempat paling penting di seluruh dunia untuk menemukan fosil therapsid. Bukan hanya karena mereka luar biasa lengkap dan terawetkan dengan baik di sana, tetapi juga karena mereka memberikan jendela sangat langka ke leluhur mamalia di belahan bumi utara selama Permian,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  Perhatian! Anak-Anak Pengguna Perangkat Musik Berisiko Gangguan Serius

Penting diketahui, Permian adalah suatu masa yang berlangsung sekitar 250 juta hingga 299 juta tahun yang lalu. Pada masa tersebut, peristiwa perm-trias dikenal sebagai great dying atau great permian extinction yang terjadi peristiwa kepunahan paling parah di bumi. Diketahui hingga 95 persen lautan dan 75 persen kehidupan terestrial di bumi hilang.

(ryn/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar