Image Pedangdut Tak Bisa Dilecehkan

Posted on

JawaPos.com – Penyanyi dangdut Via Vallen didorong berani untuk bersuara (speak up) atas dugaan kasus pelecehan yang dialaminya di media sosial Instagram. Setiap orang berhak berbicara ketika mereka merasa dilecehkan.

Hal itu diungkapkan Psikolog Klinis Liza Marielly Djaprie. Liza menilai siapapun wajib speak up ketika mereka merasa dilecehkan.

“Sebenarnya sih enggak hanya perempuan sih. Laki-laki pun bisa dilecehkan lho. Setiap orang berhak speak up saat merasa dilecehkan,” tegasnya kepada JawaPos.com, Rabu (6/6).

Memang, kata Liza, pedangdut selama ini memang memiliki (image) atau atribut dengan pakaian yang seksi. Namun jangan karena itu, Via Vallen bisa dilecehkan.

“Atribut pedangdut itu enggak bisa diapa-apain. Itu atribut keartisan dia (Via Vallen). Kalau ada orang abuse melecehkan dari gaya berpakaiannya di atas panggung. Itu bisa kita asumsikan bahwa itu pelecehan,” tegas Liza.

Namun, Liza menegaskan sebelum speak up, seseorang juga harus mengecek sikap dan kata-kata yang pernah dilontarkannya sebelumnya. Dikhawatirkan korban sudah pernah memancing pembicaraan sampai akhirnya menjadi korban.

“Namun kan Via Vallen menegaskan bahwa dia belum pernah ketemu tiba-tiba DM kirim gambar dan melecehkan. Itu artinya dia harus berani untuk speak up,” tegas Liza.

Tak hanya penyanyi dangdut, siapa saja bisa dilecehkan karena atribut. Misalnya seorang janda atau single mom yang seringkali berpakaian mini.

“Seringkali janda itu dicap ‘bisa dipakai’ karena gayanya pakai rok mini misalnya. Apapun pakaian kita tentu enggak berhak ada orang yang melecehkan. Harus berani speak up,” kata Liza.

(ika/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar