Imam Bukhori Tewas Terapung di Pelabuhan Paotere, Begini Kronologisnya

Posted on

MAKASSAR – Sesosok mayat laki-laki ditemukan pada hari Sabtu (9/6/2018) sekira pukul 15.00 Wita, bertempat diantara Jembatan 4 dan KLM Marlina Jaya 02 Pelabuhan Paotere Makassar. Jasad mayat laki-laki yang terapung dengan posisi tengkurap diketahui bernama Imam Bukhori (33), beralamat di Sukomanunggal Baru Utara PJKA No10 RT 003 RW 005 Kelurahan Suko Manunggal Kecamatan Suko Manunggal Kota Surabaya, Jatim.

Dari informasi yang dihimpun berdasarkan dari beberapa keterangan saksi-saksi yang masing-masing bernama Tri Handayani (26), warga Pulau Sabaru Desa Sabaru Kecamatan Liukang Tangayya Kabupaten Pangkep menjelaskan bahwa pada hari Sabtu (9/6/2018) sekira pukul 09.00 Wita, dirinya masuk ke Pelabuhan Paotere Makassar dengan maksud untuk mencari kapal tujuan Pulau Samarinda. Lalu sekira pukul 09.30 Wita, dia bertemu dengan Kapten KLM Marlina Jaya 02 bernama Andis yang merupakan keluarganya.

Selanjutnya Tri Handayani naik ke KLM Marlina Jaya 02 untuk beristirahat. “Sekira pukul 15.00 Wita, saya rencana hendak pulang ke rumah kos yang beralamat di Panaikang dan pada saat turun dari KLM Marlina Jaya 02, saya melihat seorang laki-laki yang terapung dengan posisi tengkurap sehingga langsung memberitahukan kepada warga yang berada disekitar lokasi” ujar Tri Handayani.

Sementara itu menurut Kapten KLM Marlina Jaya 02, Andis (31), warga Pulau Balo-Baloang, Kelurahan Liukang Tangayya Kabupaten Pangkep menjelaskan bahwa pada hari Kamis (7/6/2018) sekira pukul 11.30 Wita, sempat melihat korban naik ke kapal KLM Marlina Jaya 02.

“Saat itu langsung saya ditegur Cari siapa?, korban menjawab dirinya mau cari kapal untuk pulang ke Surabaya. Namun saya tidak mengetahui kapal tujuan ke Surabaya selanjutnya disuruh untuk pulang” jelas Andis.

Selanjutnya pada hari Jumat (8/6/2018) sekira pukul 13.30 Wita, Andis kembali melihat korban yang sementara baring-baring diatas KLM Marlina Jaya 02 selanjutnya pada pukul 16.00 Wita turun ke laut mandi dan berenang. Setelah itu korban sudah tidak dilihat lagi.

Kemudian pada hari Sabtu (9/6/2018) sekira pukul 15.30 Wita, setelah selesai melaksanakan Shalat Ashar Andis sudah melihat banyak warga yang berkumpul disamping kapalnya dan ternyata setelah dicek korban merupakan orang yang kemarin dia tegur.
Pada pukul 15.15 Wita, Tim Basarnas dan Sat Polair Polres Pelabuhan Makassar serta personil Polsek Paotere melakukan evakuasi terhadap korban dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.

Pada saat dievakuasi yang sementara terapung dengan posisi tengkurap tanpa identitas dan menggunakan baju kaos serta celana pendek dan belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal diprediksi karena tidak tau berenang atau mengalami depresi.

Sementara itu pihak Polres Pelabuhan masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab yang sebenarnya dan menunggu hasil otopsi karena tidak menutup kemungkinan korban meninggal disebabkan karena penyebab lain dan menunggu hasil pemeriksaan ahli otopsi. (Slamet)



Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar