‘Incredibles 2’: Keluarga Superhero Juga Manusia

Posted on

Jakarta

14 tahun yang lalu Pixar melakukan gebrakan yang luar biasa dengan ‘The Incredibles’. Animasi garapan Brad Bird tersebut langsung merebut hati semua penonton yang menontonnya. ‘The Incredibles’ tidak hanya sebuah animasi tokcer dengan skrip yang paten tapi ia juga adalah sebuah produk animasi 3D terdepan pada zamannya.

‘The Incredibles’ tidak hanya mempunyai plot yang rapi tapi ia juga lucu dan memiliki barisan adegan action yang sadis. Brad Bird tahu bahwa dengan animasi ia bisa melakukan apa saja tanpa batasan dan ia berhasil memberikan sekuens-sekuens action yang menjadi mimpi basah Tom Cruise.

The Incredibles memiliki segalanya dengan setup yang sederhana. Ini seperti edisi revisi dari ‘Fantastic Four’ tapi dengan kedalaman emosi. Lengkap dengan gambaran realistis atas hubungan suami istri yang sudah anyep, gambaran mid-life crisis, betapa bosannya kerja di korporat sampai betapa hangatnya cinta antara sesama keluarga. Dan semua itu dibungkus dengan style retro yang membuat The Incredibles lebih bergaya dari semua film Marvel jadi satu.

Tidak mengherankan ketika Disney dan Pixar mengumumkan bahwa animasi kesayangan semua orang akan dibuatkan sekuelnya, ekspektasi penonton langsung meninggi. Bagaimana mereka bisa menandingi kejeniusan film pertamanya? Untungnya Pixar dan Disney tahu bahwa satu-satunya cara membuat sekuel ‘The Incredibles’ adalah dengan menyeret sutradara dan penulis aslinya, Brad Bird.

Foto: imdb.

‘Incredibles 2’ ternyata langsung melanjutkan ending film pertamanya. The Underminer muncul dan merusak kota. Keluarga Parr: Bob Parr/Mr. Incredible (disuarakan oleh Craig T. Nelson), Helen Parr/Elastigirl (disuarakan oleh Holly Hunter), Violet Parr (disuarakan oleh Sarah Vowell), Dash Parr (disuarakan oleh Huck Milner) dan Jack Jack berusaha menyelamatkan orang-orang dari kekacauan yang dilakukan oleh The Underminer. Lucius Best/Frozone (disuarakan oleh Samuel L. Jackson) juga ikut membantu keluarga Parr untuk menyelamatkan para warga.

Baca Juga :  Baby Margaretha Tenangkan Chand Kelvin Tentang Kabar Nikah Siri

Tapi ternyata niat baik mereka tidak dianggap baik oleh pemerintah. Mereka masih menganggap bahwa superhero adalah buang-buang waktu dan jika ada tindakan kriminal mereka sebaiknya diam saja. Biarkan pihak yang berwenang yang mengurus, para superhero tidak usah ikut campur. Hal ini membuat Bob dan Helen semakin sedih. Terutama Bob karena sekarang kondisi ekonomi mereka juga sedang ciut-ciutnya.

Kemudian muncullah Winston Deavor (disuarakan oleh Bob Odenkirk). Seorang pengusaha kaya raya yang ingin membantu para superhero keluar dari markasnya dan kembali dicintai publik. Ia ingin pemerintah kembali mendukung kehadiran para superhero. Dan untuk proyek percobaan ini, ia meminta Elastigirl sebagai tester. Bob yang ingin narsis sebenarnya segan tapi ia tahu ini semua demi kepentingan bersama. Peran mereka pun sekarang terbalik: Elastigirl menyelamatkan dunia dan Mr. Incredible menjadi bapak rumah tangga.

'Incredibles 2': Keluarga Superhero Juga ManusiaFoto: imdb.

‘Incredibles 2’ dimulai dengan agak kaku. Tapi begitu film ini menemukan ritmenya, ‘Incredibles 2’ berubah menjadi sebuah tontonan keluarga yang menghibur, menyenangkan, lucu dan penuh haru. Keputusan Brad Bird untuk mengganti peran utama tidak hanya sebuah commentary tentang peran suami istri yang menarik tapi juga sangat pas dengan feminist movement yang sekarang tengah terjadi.

Seperti kebiasaan Brad Bird, ‘Incredibles 2’ adalah sebuah gado-gado dimana semuanya ada disini. Ia membicarakan tentang konvensi rumah tangga, film tentang superhero tapi tetap menjaga humor yang ada di dalamnya. Tanpa menjelaskan lebih detail, salah satu hal yang paling menyenangkan dalam film ini adalah menyaksikan si bapak harus mengurusi si bayi sendirian.

Semua pengisi suara bekerja dengan prima. Baik Holly Hunter maupun Craig T. Nelson memberikan penampilan terbaiknya yang membuat Anda merasa bahwa mereka nyata. Musik dari Michael Giacchino seperti biasa membahana dan presentasi animasi yang diberikan Pixar seperti biasa tanpa cacat.
Satu-satunya yang menjadi musuh ‘Incredibles 2’ adalah fakta bahwa ini adalah sekuel.

Baca Juga :  Caca Tengker, Bumil yang Cantiknya Nggak Abis-abis

Meskipun Brad Bird menjalankan tugasnya dengan baik dan film ini bukanlah sebuah sekuel yang gagal, ada beberapa hal yang tidak bisa mengimbangi keoriginalitasan film pertamanya. Ada beberapa adegan yang terasa déjà vu. Seperti adegan ketika Edna (disuarakan oleh Brad Bird sendiri), salah satu fan favorite.

'Incredibles 2': Keluarga Superhero Juga ManusiaFoto: imdb.

Yang juga kurang dalam ‘Incredibles 2’ adalah karakter villain-nya. Dibandingkan dengan film pertamanya yang lumayan mengejutkan, Anda bisa menebak siapa villain film ini tanpa perlu berlama-lama. Meskipun Brad Bird mencoba mengaburkan bayangan tersebut namun petunjuk yang ia berikan amat sangat jelas.

Tapi selain itu, ‘Incredibles 2’ adalah tontonan keluarga yang menyenangkan untuk ditonton saat liburan. Film ini cocok untuk ditonton oleh siapa saja. Anak-anak akan terhibur dengan aksi Jack Jack yang kocak sementara orang dewasanya bisa memahami betapa beratnya mengurus anak dan menopang rumah tangga. Film superhero tidak harus selalu berbicara tentang rakusnya kekuasaan dan membunuh penjahat. ‘Incredibles 2’ hadir untuk mengingatkan kita bahwa superhero juga manusia.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(doc/doc)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar