Ini Cara Jasa Raharja Kurangi Kecelakaan Saat Mudik Lebaran

Posted on

JawaPos.com – Mudik bareng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan rasa aman dan nyaman. Kegiatan itu merupakan sinergi antara 62 perusahaan pelat merah, dalam program Bakti Kepada Bangsa.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Raharjo mengaku, masyarakat antusias dengan program tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya lonjakan peserta dibanding 2017. Tahun lalu, perusahaan pelat merah memberangkatkan mudik bareng ke 177 titik tersebar, dari Indonesia bagian barat tengah dan timur. Untuk kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pemudik Lebaran khusus angkutan darat menggunakan bus dengan dalam kondisi baik maksimal keluaran 2012.

“Pengemudi lulus kesehatan, mengikuti sosialisasi keselamatan di jalan. Bus juga sudah lulus rampcheck,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/6).

Penyelenggaraan Mudik Bareng BUMN 2018 merupakan tahun keempat. Program mudik bareng itu juga merupakan salah satu upaya mencegah kecelakaan lalu lintas. Yakni dengan mengalihkan pengendara motor untuk mudik dengan menggunakan transportasi bus dan kereta api.

Untuk moda kapal laut, BUMN menyediakan 31.075 kursi dari 98 kapal laut. Sedangkan untuk pesawat udara disediakan 1.360 kursi dari 52 pesawat.

“Nanti puncak acara pelepasan pemudik menggunakan moda bus akan diselenggarakan di Pantai Karnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Pusat, pada Sabtu (9/6). Rencananya dilepas Presiden Joko Widodo,” katanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengungkapkan, pelanggaran yang sering dilakukan masyarakat, antara lain, melawan arus dan tidak sabar. Warga sering tidak sabar ambil jalur kanan untuk melawan arus hingga akhirnya arus lalu lintas terkunci. Tidak bisa bergerak sama sekali.

Menurutnya, pelanggaran paling banyak dilakukan pengendara motor. Berdasar fakta, kendaraan roda dua membawa banyak muatan dengan jumlah penumpang lebih dari dua orang.

“Pemudik motor membawa istri dan anaknya. Kalau satu masuk akal. Tapi kalau sudah dua, satu di tengah, dan belakang. Ditambah ransel, itu sudah tidak masuk akal. Membahayakan,” jelas Budi.

Karena itu, dia menyarankan pemudik motor untuk mengikuti program mudik gratis. Selain memberikan keringanan bagi masyarakat, mudik gratis bisa menekan angka kecelakaan.

Budi menegaskan, Kemenhub masih membuka pendaftaran mudik gratis sampai 13 Juni dengan tujuan Bandar Lampung, Semarang, dan Surabaya. “Yang Jakarta–Semarang, Jakarta–Lampung, dan Jakarta–Surabaya masih 50 persen,” jelasnya.

Kepala Balitbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyatakan, 60 persen pemudik dari Jakarta dan sekitarnya berangkat dengan tujuan ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jogjakarta. “Jawa Timur itu banyak pergerakan tinggi di dalam Jawa Timur sendiri,” tambah Sugihardjo.

Dalam prediksi awal, puncak kepadatan kendaraan terkonsentrasi pada H-3 atau H-2. Penambahan cuti juga diharapkan mengurai kemacetan agar masyarakat punya waktu lebih awal untuk berangkat ke kampung halaman. “Karyawan swasta masuk pada 20 Juni, sedangkan PNS pada 21 Juni,” pungkasnya.

(adv/JPC)

Source link

Gravatar Image
Seorang Blogger Makassar